telusur.co.id – Ketua Yayasan Tek Seng Bio Cikarang, Kabupaten Bekasi, Sudirman mengapresiasi pernyataan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang memastikan bahwa kementeriannya untuk semua agama.
"Memang dalam hal ini, masing-masing orang punya penafsiran dan pandangan berbeda-beda terhadap pernyataan Menteri Agama. Tapi, yang membuat pernyataan ini adalah pemerintah, bukan pribadinya,” kata Sudirman dalam perbincangan khusus dengan telusur.co.id, Selasa (26/1/21).
Menurut Sudirman, Presiden Jokowi itu bukan presiden agama tertentu. Presiden Jokowi itu pemimpin rakyat dan harus mengayomi rakyat Indonesia. Begitu juga Yaqut Cholil Qoumas, itu adalah Menag yang harus mengayomi rakyatnya.
Apalagi, lanjut dia, rakyat Indonesia adalah rakyat yang beragama dan terdiri dari beberapa agama. “Jadi, dia yang bisa mengayomi semua agama,” ucapnya.
Sudirman mengatakan, selain Islam, di Kementerian Agama, itu ada dirjen masing-masing agama, tetapi tetap pemimpin agama adalah Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Makanya, wajar kalau dia mengatakan akan menjadi Menteri Agama semua agama.
“Menurut saya, pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, itu amat sangat luhur,” ungkap Sudirman yang adalah pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bekasi.
Sudirman menegaskan, Yaqut Cholil Qoumas memang merupakan seorang muslim yang taat. Akan tetapi, dia harus bisa mengayomi agama-agama lain. “Kalau kita menghormati keyakinan agama orang lain, itu sama juga kita menghormati agama dan keyakinan kita,” ujarnya.
Ketika disinggung Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengucapkan ‘selamat Natal’ kepada kaum Nasrani, dengan tegas Sudirman mengatakan, tidak ada yang salah dengan ucapan tersebut.
“Seorang pemimpin itu harus mengayomi rakyatnya. Begitu juga Menteri Agama, tidak boleh mengkotak-kotakan agama,” tukasnya.
Menurut dia, ucapan selama Natal yang disampaikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kepada kaum Nasrani, bukan berarti dia jadi pengikut agama Nasrani. “Itu pandangan yang keliru. Justru dia mengayomi rakyatnya,” terangnya.
Yaqut Cholil Qoumas dijadikan Menteri Agama oleh Presiden Jokowi, sudah sepantasnya mengayomi rakyat Indonesia yang terdiri dari keberagaman ras, suku, agama dan golongan masyarakat.
“Jadi sangat mulia pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas itu. Kalau kita melihat orang lain bahagia, itu simpati namanya. Sedangkan berduka cita, bukan berarti kita ikut menangis. Tapi kita mengurangi beban keluarga yang ditinggalkan,” paparnya.
“Begitu juga ketika di kampung saya ada yang membangun masjid, saya bantu sesuai dengan kemampuan saya. Inilah tujuan hidup bermasyarakat. Sebab, negara kita ideologinya Pancasila, dengan azas musyawarah, mufakat dan gotong royong. Jadi tidak boleh memilah-milah,” katanya menambahkan.
Menyinggung Menteri Agama dari kalangan muda, menurut Sudirman, siapapun – bukan masalah muda dan tua – yang penting dia mampu. “Intinya, dia mampu dan bisa mengayomi rakyat, serta tidak pilih kasih,” kata dia.[Tp]
Laporan: Dudun Hamidullah



