telusur.co.id -Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengingatkan Polri dan jajaran intelijen untuk  mewaspadai adanya manuver politik dari tiga kelompok koalisi yang ingin menggagalkan pelantikan Jokowi sebagai presiden.

"Penelusuran IPW, kelompok-kelompok ini akan memperalat oknum mahasiswa dan kalangan preman dalam menggulirkan aksinya," kata Neta dalam keterangannya, Senin (7/10/19).

Neta mengungkap ketiga kelompok koalisi yang bermanuver, kemungkinan akan berusaha menggagalkan pelantikan Jokowi. Pertama, koalisi kelompok radikal keagamaan. Kedua, koalisi kelompok sekuler yang tidak puas dengan pemerintahan Jokowi karena kepentingannya tidak terakomodasi. Dan yang ketiga, kelompok yang mencoba memainkan bargaining position dengan Jokowi.

Namun demikian, IPW berkeyakinan manuver ketiga kelompok itu tidak akan menuai hasil. Sebab, jajaran kepolisian tetap perlu mencermatinya agar aksi-aksi yang dikamuflase mereka tidak menimbulkan kekacauan dan kerusakan di Ibu Kota Jakarta. 

Neta menyatakan adanya aksi demonstrasi di sejumlah kota di Papua yang berujung pada terjadinya kerusuhan sosial membuat konsentrasi Polri terbelah. Begitu juga penempatan personel menjadi terbelah antara mengamankan Papua dan berkonsentrasi mengantisipasi keamanan situasi Ibu Kota Jakarta. 

Untuk itu, dalam mempersiapkan keamanan Jakarta saat pelantikan Jokowi sebagai presiden, Polri perlu meminta tambahan dukungan personel TNI dalam mengamankan objek-objek vital. 

"Tindakan persuasif, perepentif, dan antisipatif yang tegas perlu dilakukan jajaran kepolisian, jauh sebelum pelantikan presiden dilakukan. Aksi 'jangan biarkan telur menjadi naga' harus dilakukan Polri tanpa kompromi," tandasnya.  [asp]


Laporan : Tio Pirnando