Kadindik Jatim Tekankan Sosialisasi Masif SPMB 2026, Dorong Sekolah Lebih Kreatif & Transparan - Telusur

Kadindik Jatim Tekankan Sosialisasi Masif SPMB 2026, Dorong Sekolah Lebih Kreatif & Transparan

Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai saat memberikan arahan terkait Juknis SPMB 2026 (doc: IG @dindik_jatim)

telusur.co.id - Dalam pembahasan Juknis Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Kadindik Jatim), Aries Agung Paewai, memberikan pengarahan tegas sekaligus inspiratif kepada seluruh jajaran pendidikan di Jawa Timur.

Mantan Kabiro Humas Pemprov ini menjelaskan, pentingnya menggerakkan seluruh satuan pendidikan untuk melaksanakan sosialisasi SPMB secara masif, terstruktur, dan menyeluruh. Menurutnya, informasi terkait penerimaan murid baru harus disampaikan secara utuh dan jelas, tidak hanya kepada peserta didik, tetapi juga kepada orang tua serta masyarakat luas.

“Jangan sampai ada kesalahpahaman atau kebingungan dalam proses pendaftaran. Informasi harus lengkap, transparan, dan mudah dipahami,” ujar Alumni IPDN tahun 1999 ini dalam arahannya. Rabu. (18/2/2026).

Pria asal kelahiran Makssar ini menilai, sosialisasi yang efektif menjadi kunci utama keberhasilan pelaksanaan SPMB 2026. Karena itu, ia mendorong agar pola penyampaian informasi tidak lagi dilakukan secara monoton, sebatas membacakan petunjuk teknis (juknis). Sekolah diminta untuk lebih kreatif dan komunikatif dalam mengemas informasi.

Beberapa strategi yang disarankan antara lain melalui podcast sekolah, penyajian infografis visual yang menarik, serta pemanfaatan berbagai platform media digital yang mudah diakses oleh masyarakat. Pendekatan ini dinilai lebih relevan dengan perkembangan zaman sekaligus mampu menjangkau audiens yang lebih luas.

Langkah tersebut mencerminkan komitmen Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dalam menghadirkan sistem penerimaan murid baru yang semakin transparan, akuntabel, dan ramah publik. Selain itu, kebijakan ini juga menjadi bentuk dukungan nyata bagi peserta didik dan tenaga pendidik dalam menghadapi proses penerimaan tahun ajaran baru.

“Dengan pendekatan yang inovatif dan berkelanjutan, pelaksanaan SPMB 2026 ini kita harapkan mampu berjalan lebih tertib, adil, dan berdaya saing, sekaligus membuka jalan bagi masa depan pendidikan Jawa Timur yang semakin maju dan inklusif,” tutup eks PJ Wali Kota Batu ini. (ari)


Tinggalkan Komentar