telusur.co.id - Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang pada Jumat (2/1) mengonfirmasi adanya wabah flu burung dengan sifat patogenik tinggi di sebuah peternakan unggas di Prefektur Miyazaki, Jepang selatan. Kasus ini menjadi yang pertama di tahun 2026 sekaligus wabah ke-13 sepanjang musim flu burung kali ini.
Peternakan yang terdampak berlokasi di Kota Nobeoka, Miyazaki, dengan populasi sekitar 6.000 ayam petelur. Menyusul temuan tersebut, otoritas setempat segera mengambil langkah darurat dengan memusnahkan seluruh ayam di peternakan tersebut untuk mencegah penyebaran lebih luas.
Selain itu, pemerintah daerah menetapkan aturan ketat: Peternakan dalam radius 3 kilometer dilarang memindahkan ayam maupun telur. Peternakan dalam radius 3 hingga 10 kilometer tidak diperbolehkan mengangkut produk unggas keluar dari wilayah tersebut.
Musim flu burung di Jepang biasanya berlangsung dari musim gugur hingga musim semi. Hingga saat ini, 12 wabah sebelumnya pada musim ini telah mengakibatkan pemusnahan hampir 3,9 juta ekor ayam di berbagai wilayah.
Langkah cepat yang diambil pemerintah Jepang mencerminkan kewaspadaan tinggi terhadap ancaman flu burung, yang tidak hanya berdampak pada sektor peternakan tetapi juga berpotensi mengganggu pasokan pangan nasional. [ham]




