Kematian El Mencho Picu Gelombang Kekerasan di Meksiko, 14 Tewas Termasuk Garda Nasional - Telusur

Kematian El Mencho Picu Gelombang Kekerasan di Meksiko, 14 Tewas Termasuk Garda Nasional

Tentara Meksiko. foto AP

telusur.co.id - Nemesio Ruben Oseguera Cervantes, pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco yang paling dicari, tewas dalam operasi militer berisiko tinggi di Tapalpa, Jalisco pada Minggu. Kematian pria berusia 59 tahun itu memicu gelombang kekerasan yang melanda setidaknya 20 dari 32 negara bagian Meksiko.

El Mencho terkenal karena menyelundupkan fentanyl, metamfetamin, dan kokain ke Amerika Serikat, sekaligus mengatur serangan berani terhadap pejabat pemerintah. Saat militer Meksiko bergerak menangkapnya, pembalasan terjadi seketika: anggota kartel membakar bus dan bisnis, serta mendirikan penghalang jalan di berbagai wilayah.

“Ketakutan yang masih ada di masyarakat sangat luar biasa. Mereka dapat menghancurkan sebuah kota dalam hitungan menit,” kata seorang warga Zitacuaro, Michoacan. Warga lain menambahkan, layanan dasar seperti rumah sakit, belanja bahan makanan, dan pengiriman makanan terganggu total akibat kekacauan tersebut.

Kedutaan Besar AS di Meksiko mengeluarkan peringatan keamanan kepada warganya di Jalisco, Tamaulipas, Michoacan, Guerrero, dan Nuevo Leon, mendesak mereka tetap berada di rumah.

Menurut analis keamanan Edgar Guerra, tindakan kartel ini bukan sekadar kekacauan spontan, melainkan komunikasi strategis untuk menunjukkan kekuatan ketika merasa terancam.

Operasi terhadap El Mencho melibatkan pasukan khusus Meksiko dengan dukungan intelijen dari Amerika Serikat. Presiden Claudia Sheinbaum menegaskan koordinasi penuh dengan pemerintah negara bagian dan mengapresiasi peran Angkatan Darat Meksiko, Garda Nasional, serta Kabinet Keamanan.

Badan Penegakan Narkoba (DEA) AS sebelumnya menawarkan hadiah $15 juta bagi informasi yang mengarah pada penangkapan El Mencho, menjadikannya salah satu gembong narkoba paling dicari.

Pihak berwenang di Jalisco, Michoacan, dan Guanajuato melaporkan setidaknya 14 orang tewas dalam gelombang kekerasan, termasuk tujuh anggota Garda Nasional. Kekacauan ini menjadi pengingat betapa luas dan berbahayanya jaringan kartel di Meksiko.

Aljazeera


Tinggalkan Komentar