telusur.co.id - Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian dan penguatan ekosistem musik keroncong sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia. Hal ini disampaikan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, saat menerima audiensi Perkumpulan Keroncong Tugu di kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Menbud Fadli Zon menekankan pentingnya membangun ekosistem keroncong yang berkelanjutan. “Kita sangat mendukung keroncong karena ini musik Indonesia. Tinggal bagaimana kita membangun ekosistem keroncong Indonesia, kita membuka kerja sama dengan komunitas keroncong,” ujarnya.

Salah satu gagasan yang diusulkan adalah penyelenggaraan Lebaran Keroncong, sebuah ajang silaturahmi antarkomunitas keroncong yang akan menampilkan 10 kelompok musik dari Jabodetabek serta menghadirkan Keroncong Tugu sebagai representasi cikal bakal musik keroncong di Indonesia.

Menbud menilai konsep tersebut sebagai wadah konsolidasi komunitas, namun menekankan perlunya perencanaan matang terkait lokasi, anggaran, dan kualitas penyelenggaraan. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah berperan sebagai fasilitator, sementara komunitas menjadi penggerak utama dalam pelestarian keroncong.

Sejumlah langkah strategis turut disampaikan, antara lain program Belajar Bersama Maestro (BBM) yang melibatkan Sundari Soekotjo, pemberian penghargaan kepada maestro keroncong seperti Waldjinah, serta pemanfaatan Dana Indonesiana dan skema kerja sama publik-swasta.

Selain itu, Kementerian Kebudayaan juga membuka peluang pencatatan musik keroncong sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO melalui mekanisme extension-list bersama negara lain, guna memperluas pengakuan global sekaligus memperkuat kerja sama internasional.

Audiensi tersebut dihadiri jajaran pejabat Kementerian Kebudayaan, termasuk Staf Ahli Bidang Hukum dan Kebijakan Kebudayaan Masyithoh Annisa Ramadhani Alkatiri, Staf Khusus Bidang Hukum dan Kekayaan Intelektual Putri Woelan Sari Dewi, Direktur Warisan Budaya I Made Dharma Suteja, serta Direktur Film, Musik, dan Seni Syaifullah. Dari pihak Keroncong Tugu hadir pimpinan Daud Yahya bersama anggota Ibnu Malik, Titi Hayati, dan Nuryah.

Ke depan, Kementerian Kebudayaan mendorong forum diskusi terpumpun untuk membahas arah kebijakan, penguatan jejaring, serta langkah konkret pelestarian keroncong. “Narasinya sudah kuat, tinggal komunitasnya menggerakkan, kami memfasilitasi,” pungkas Menbud Fadli Zon. [ham]