Telusur.co.id -Ditengah menguatnya isu tentang Radikalisme, Terorisme dan Rasialisme di dunia Internasional pasca terjadinya pembantaiaan masal warga muslim New Zeland, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) akhirnya melakukan pertemuan dengan duta besar Australia untuk Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, Ketum PB HMI Respiratori Saddam Al Jihad menyatakan bahwa isu yang berkembang saat ini perlu disikapi secara serius, agar hubungan bilateral dengan negara muslim dapat terjaga.
“Kami berpandangan isu ini dapat menjadi titik perpecahan antar umat beragama maupun kelompok yang kental dengan rasialismenya,” ujar Saddam dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (23/03).
Sebagai organisasi tertua dan terbesar di Indonesia, PB HMI tidak menginginkan terjadinya konflik yang dapat memecah belah persatuan antar negara.
“Peristiwa pembantaiaan yang terjadi di New Zeland harus di selesaikan sampai tuntas, bahkan agen yang terlibat juga harus di usut hingga ke akar-akarnya, dan solusinya kita harus menjaga persatuan antar umat dan negara sahabat,” ungkap Saddam.
Sebagai respon atas polemik tersebut, PB HMI menawarkan beberapa agenda untuk dapat ditindak lanjuti bersama duta besar Australia. Untuk memperkuat hubungan umat muslim khususnya mahasiswa Islam.
“Kami menawarkan kerja sama pembentukan cabang HMI di Australia, kebetulan PB HMI punya agenda HMI Go Internasional dan program Beasiswa. Alhamdulillah pihak kedutaan sangat respek dan membuka jalan untuk kami bekerja sama, “pungkas Saddam.[asp]



