telusur.co.id -Bek Kevin Diks menegaskan kesiapan Timnas Indonesia menjelang laga krusial kontra Bulgaria dalam final FIFA Series 2026, Senin (30/3) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta pukul 20.00 WIB.
Pemain yang merumput di Bundesliga Jerman bersama Borussia Munchengladbach tersebut percaya bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk mengukir sejarah baru di kancah internasional. Bulgaria menjadi ujian berat sekaligus pembuktian bagi anak asuh John Herdman melawan tim kuat dari Benua Biru.
Pada laga perdana di ajang FIFA Series 2026 Jumat (27/3) lalu, Indonesia sukses melibas Saint Kitts and Nevis dengan skor 4-0. Beckham Putra bermain gemilang dengan torehan dua golnya. Ditambah masing-masing gol dari Ole Romeny dan Mauro Zijlstra.
Diks menyadari bahwa menghadapi tim Eropa seperti Bulgaria bukanlah perkara mudah. Namun, ia menekankan bahwa tantangan tersebut justru menjadi bahan bakar motivasi bagi seluruh pemain.
"Tentu saja kami tahu itu (kualitas lawan). Itu adalah tantangan lain bagi kami. Saya rasa kami bisa mencetak sejarah besok. Itulah yang kami tuju," ujar Kevin Diks kepada awak media, di Stadion Madyam, Jakarta, Minggu (29/3).
Ia percaya diri Timnas Indonesia saat ini juga punya kualitas sudah jauh berkembang. Bukan tidak mungkin skuad Garuda akan mampu menaklukkan tim Eropa. Tentu hal ini menurutnya akan menjadi pencapaian yang luar biasa bagi perkembangan sepak bola tanah air.
"Kami punya kualitas yang hebat. Melakukan hal tersebut (mencetak sejarah) melawan tim yang lebih baik, tim Eropa, akan sangat luar biasa," tambahnya.
Meski Bulgaria diunggulkan secara peringkat, pemain berusia 29 tahun ini mengingatkan bahwa dalam sepak bola, status favorit di atas kertas tidak menjamin kemenangan.
"Bola itu bundar, Anda tahu sendiri. Apa pun bisa terjadi dalam sepak bola. Ini pertandingan besar bagi kami, sebuah tantangan besar, dan saya rasa seluruh tim sudah benar-benar siap," pungkasnya.
Diks juga menilai, bermain di kandang sendiri menjadi salah satu keuntungan bagi Timnas Indonesia. Ia berharap dengan bermain di hadapan pendukung sendiri menjadi kartu as bagi Timnas Indonesia.
Diperkirakan laga melawan Bulgaria akan dihadiri oleh 30 ribu penonton di SUGBK.
"Kami bermain di kandang sendiri. Menurut saya, sangat sulit untuk mengalahkan kami di rumah sendiri. Inilah saatnya untuk menunjukkan hal itu," tegas Diks.
Pertemuan melawan Bulgaria di final FIFA Series 2026 ini menjadi momen langka sekaligus ujian berat bagi skuad Garuda.
Berdasarkan catatan sejarah, Indonesia sangat jarang bertemu dengan negara asal Balkan tersebut. Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada laga persahabatan tahun 1973, di mana saat itu Indonesia harus mengakui keunggulan Bulgaria dengan skor telak 0-4.
Sementara itu, jika menilik rekam jejak melawan tim Benua Biru lainnya dalam sedekade terakhir, Timnas Indonesia tercatat pernah menghadapi beberapa kekuatan Eropa. Salah satu yang paling diingat adalah saat menjamu Islandia pada Januari 2018 di peresmian SUGBK yang baru direnovasi, di mana Indonesia kalah 1-4.
Namun, Indonesia sempat merasakan kemenangan atas tim Eropa yaitu saat menundukkan Andorra dengan skor 1-0 pada laga uji coba tahun 2014 silam di Spanyol.



