telusur.co.id -Kiper senior Persija Jakarta, Andritany Ardhiyasa menyayangkan masih adanya ujaran bernada rasis yang terjadi pada pertandingan sepak bola.
Sebuah momen memalukan diduga terjadi pada laga kompetisi usia muda Elite Pro Academy (EPA) U-20 antara Dewa United melawan Bhayangkara FC.
Diduga ada pemain dari masing-masing tim melakukan ujaran rasisme kepada salah satu pemain dari kedua tim tersebut.
Menurut Andritany, perilaku buruk tersebut seharusnya tidak terjadi terutama di sebuah laga sepak bola yang sangat menjunjung tinggi sportivitas.
Ia menilai seluruh stakeholder sepak bola terus mengkampanyekan melawan perilaku negatif tersebut.
Dengan tegas Andritany mengatakan tidak ada ruang untuk rasisme di sepak bola.
"Untuk urusan rasis, dari I.League dengan stakeholder serta asosiasi juga sudah bekerja sama untuk anti-bullying dan juga anti-rasis."
"Saya rasa rasis di sepak bola, di sepak bola mana pun di seluruh dunia, tidak ada ruang untuk rasis," tegas Andritany dalam jumpa pers jelang pertandingan melawan Persijap, Minggu (3/5).
Selain laga pada kompetisi EPA, dugaan soal ujaran rasisme sempat mencuat setelah kubu Bhayangkara FC menyampaikan protes kepada Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.
Menurut pernyataannya, kapten Persib Bandung, Marc Klok melakukan ungkapan rasis kepada penyerang mereka, Henry Doumbia.
"Apa yang terjadi itu semua masih dugaan. Sampai kita tahu ada buktinya, baru kita bisa judge apakah rasis, apakah ada rasis atau tidak. Jadi sampai saat ini kita masih menunggu," ungkap eks kiper timnas Indonesia tersebut.
Terkait dugaan ujaran rasis, Marc Klok membantah keras tudingan dari Bhayangkara FC. Ia telah mengklarifikasi bahwa ada kesalahpahaman dari Henry Doumbia dalam menerima ucapan dirinya.



