telusur.co.id - Anggota Komisi VI DPR, Ananta Wahana mengatakan, pandemi Covid-19 tak hanya menelan korban jiwa, tapi juga memporak - porandakan perekonomian indonesia diberbagai sektor, bahkan sejumlah perusahaan BUMN, salah satunya PT. Angkasa Pura II (Persero).

"Kalau kita bicara pandemi Covid saat ini, kita bukan hanya bicara soal masalah kesehatan, tetapi juga soal keuangan, yaitu laba, pendapatan, kerugian, dan hutang. Kita semua tahu bahwa tingkat pendapatan BUMN di masa pandemi ini anjlok semua, termasuk AP II," kata Ananta di Jakarta, Selasa (21/7/20).

Politikus PDIP ini perkirakan, pendapatan Angkasa Pura II hingga akhir 2020 hanya bisa meraih sekitar 50-60 persen dari rata-rata pendapatan tahunan.

Kendati demikian, Ananta mengaku tetap optimis, perusahaan-perusahaan BUMN bisa segera menata kembali kegiatan bisnisnya. Apalagi, belum lama ini AP II mendapatkan suntikan dana pinjaman dari PT. Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk, sekitar Rp750 milliar. 

"Dengan dana segar ini AP II bisa mulai menata kembali alur bisnis penerbangan dan pengelolaan bandara yang babak belur dalam beberapa bulan terakhir sejak pandemi Covid-19," katanya.

Disisi lain, Ananta juga menyoroti wacana penggabungan AP I dan AP II menjadi satu perusahaan. Penggabungan ini, akan banyak terjadi perampingan, baik di jajaran manajemen, operasional, maupun keuangan. 

"Jangan sampai perampingan ini mengganggu operasional perusahaan dan menimbulkan benturan-benturan internal," tukasnya.

Sebagai informasi, PT Angkasa Pura II memperoleh fasilitas pinjaman maksimal Rp750 miliar dari BNI. Penandatanganan perjanjian kredit dilakukan pada Jumat 29 Mei 2020.

"Ini merupakan bentuk kepercayaan perbankan terhadap fundamental PT Angkasa Pura II. Dan dalam waktu dekat akan diperoleh fasilitas pinjaman dari bank himbara maupun swasta lainnya," kata Director of Finance PT Angkasa Pura II, Wiweko Probojakti.[Fhr]