Konsistensi BPH Migas, Lima Tahun Kawal Program BBM Satu Harga - Telusur

Konsistensi BPH Migas, Lima Tahun Kawal Program BBM Satu Harga

Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa (foto: Humas BPH Migas)

telusur.co.id - BPH Migas kembali meresmikan SPBU penyalur BBM Satu Harga serentak untuk 27 penyalur di wilayah 3T (terdepan, terluar, terpencil) yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Peresmian dilakukan di TBBM Siantan, Pontianak (9/6/21).

Dengan penambahan 27 penyalur BBM 1 Harga ini, total ada 280 SPBU BBM Satu Harga. Hingga akhir tahun 2020 telah diresmikan sebanyak 253 Penyalur BBM Satu Harga di wilayah 3T.

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa mengatakan, BBM Satu Harga adalah upaya mewujudkan keadilan energi. Kehadiran BBM Satu Harga diharapkan dapat menggerakkan ekonomi di level daerah, sesuai dengan Nawacita Presiden Joko Widodo yang menginstruksikan agar pembangunan dimulai dari pinggiran.

Penambahan penyalur BBM Satu Harga untuk jenis BBM tertentu dan khusus penugasan nasional dipastikan akan memudahkan masyarakat dalam mengakses kebutuhan energi terutama diwilayah 3T. BBM Satu Harga juga merupakan wujud energi berkeadilan bagi seluruh masyarakat.

"Ini sekaligus merupakan pembangkitan ekonomi, mengubah mindset pembangunan dimulai dari pinggiran, wilayah 3T perlu dibangkitkan menjadi pusat-pusat baru pertumbuhan ekonomi, bukan hanya dari perkotaan yang segala fasilitas lebih siap. BBM Satu Harga bukan hanya bentuk perwujudan keadilan tetapi sekaligus menggerakkan ekonomi di wilayah 3T, dan mengantisipasi kesenjangan wilayah 3T dengan perkotaan. Sehingga tidak ada lagi daerah-daerah yang termarginalkan," ujar pria yang karib disapa Ifan ini dalam keterangan tertulisnya.

Sejak instruksi Presiden RI, Joko Widodo pada akhir Desember 2015 untuk melaksanakan Program BBM Satu Harga dan terbitnya Permen ESDM No 36 tahun 2016 sebagai turunan amanah UU Migas, BPH Migas selalu konsisten mengawal Program BBM Satu Harga. BPH Migas telah berhasil mengawal pelaksanaan program BBM Satu Harga mulai tahun 2017 hingga sekarang.

Tercatat sejak tahun 2017 hingga 2019 telah diresmikan 170 Penyalur BBM Satu Harga (160 PT. Pertamina dan 10 PT. AKR Corporindo), tahun 2020 diresmikan sebanyak 83 penyalur. Kemudian teranyar diresmikan sebanyak 27 Penyalur, sehingga total ada 280 Penyalur (SPBU) BBM Satu Harga yang tersebar di berbagai tempat wilayah 3T di seluruh NKRI.

"Kehadiran BBM Satu Harga sangat dinantikan oleh masyarakat khususnya diwilayah 3T. Bahkan, antusiasnya Pemerintah Kabupaten terhadap Program BBM Satu Harga, saat ini ada usulan baru dari daerah yang mencapai 769 lokasi, ini di luar target Pemerintah sebanyak 500 lokasi hingga tahun 2024. Usulan tersebut saat ini sedang dievaluasi oleh BPH Migas dan Kementerian ESDM," terangnya.

Ifan menambahkan, untuk menjamin ketersediaan dan distribusi BBM diluar lokasi 3T berpeluang untuk dikembangkan Pertashop sebagai alternatif pilihan. Dengan investasi kisaran Rp 300 hingga 500 juta, sudah bisa menyalurkan BBM non subsidi jenis Pertamax yang bersih dan lebih ramah lingkungan.

"Bisa juga ada alternatif lain yaitu Sub Penyalur yang menyalurkan BBM subsidi dan penugasan. Yang membedakan hanya ongkos angkut yang ditetapkan Pemda Kabupaten setempat serta konsumen tertutup," katanya.

Lebih jauh Ifan meminta agar Wagub Kalbar Ria Norsan dapat memanfaatkan secara optimal keberadaan Pelabuhan Kijing. Lokasi pelabuhan yang sangat strategis diharapkan bukan hanya melayani wilayah Kalbar saja, tetapi juga nasional. Dengan draf kedalaman dermaga 22 meter, maka kapal besar termasuk tanker besar bisa berlabuh bongkar muat di sana.

Di tempat yang sama, Wagub Kalbar, Ria Norsan menyampaikan, bahwa keberhasilan pembangunan BBM Satu Harga bukan saat membangun, akan tetapi yang lebih penting saat pengawasan. Sehingga penggunaannya dapat tepat sasaran, tepat volume dan tidak disalahgunakan.

"ni tujuan yang sangat mulia sesuai sila ke-5 Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.

Kemudian EGM PT. Pertamina (Persero) MOR VI Kalimantan Freddy Anwar menyampaikan terima kasih untuk kepercayaan yang diberikan menjadi tuan rumah peresmian 27 lokasi Penyalur BBM Satu Harga. Dengan peresmian 27 SPBU Satu Harga ini, Pertamina hingga hari ini telah memiliki 270 Penyalur BBM Satu Harga. 

"BBM Satu Harga merupakan amanat dari negara untuk, keadilan bagi rakyat, negara hadir untuk rakyat. Ini legacy BPH Migas di era pak Ifan sebagai Kepala BPH Migas, terima kasih atas supportnya," ujar Freddy.

Adapun 27 titik BBM Satu Harga yang diresmikan antara lain berada di Provinsi Kepulauan Riau satu (1) titik, Nusa Tenggara Barat tiga (3) titik, Nusa Tenggara Timur (NTT) tujuh (7) titik, Kalimantan Barat lima (5) titik, Kalimantan Utara satu (1) titik, Gorontalo satu (1) titik, Sulawesi Tengah dua (2) titik, Sulawesi Selatan satu (1) titik, Maluku satu (1) titik, Maluku Utara satu (1) titik, Papua empat (4) titik. Untuk di Kalimantan Barat yaitu di Menukung Kabupaten Melawi, Kayan Hulu Kabupaten Sintang, Sungai Melayu Rayak Kabupaten Ketapang, Menjalin Kabupaten Landak, dan Tumbang Titi Kabupaten Ketapang.


Tinggalkan Komentar