telusur.co.id, Anggota Komisi IV DPR RI Edward Tannur memberikan apresiasi kepada PT Pupuk Indonesia atas pengadaan 1.000 kios pupuk komersil yang memasarkan pupuk non subsidi untuk meningkatkan ketersediaan pupuk untuk para petani.
Hal ini lantaran penyaluran pupuk subsidi seringkali mengalami kendala dalam pendistribusiannya dan terjadi permainan harga di lapangan.
Untuk itu, Edward mengapresiasi program tersebut serta meminta agar penyaluran pupuk subsidi harus tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna.
“Saya sangat apresiasi dengan pengadaan 1.000 kios lagi. Itu sangat baik untuk pendekatan pelayanan, yang penting diharapkan agar betul-betul pupuk itu bisa tersedia. Tujuannya kan untuk mendekatkan pelayanan. Sekarang yang bermasalah itu pada tahap pendistribusi untuk sampai kepada kios yang bersangkutan, itu permasalahan di situ Pak,” kata Edward saat Rapat Dengar Pendapat Komisi IV dengan Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, PT Pupuk Indonesia dan ID Food di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Senin (3/4/2023).
Permasalahan ketersediaan pupuk menurut Edward merupakan persoalan klasik. Seperti pada musim tanam dan petani akan melakukan pemupukan, akan tetapi pupuk tidak banyak yang tersedia di pasaran.
“Ini kendala itu klasik setiap kali itu, belum lagi harganya. betul dari standar pupuk subsidi ini sudah ada harganya sekian, tapi kadang-kadang di lapangan ya itu bisa terjadi miss dalam penyaluran pupuk. mereka tahu bahwa pupuk lagi kosong dan sangat dibutuhkan oleh petani maka terjadi permainan harga. pupuk subsidi aja masih terjadi permainan harga,” ujar Edward.
Edward mengungkapkan, bahwa setiap petani tidak memiliki wawasan atau pengetahuan yang sama tentang pupuk subsidi.
Untuk itu, anak Buah Muhaimin Iskandar itu meminta agar PT Pupuk Indonesia memberi perhatian terhadap penyaluran pupuk ini. Hal tersebut diperlukan agar penyimpangan mengenai pupuk dapat lebih diminimalisir.
"Jadi saya harapkan agar pupuk subsidi ini betul-betul bisa dinikmati oleh masyarakat. dalam penyalurannya harus tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna. jangan sampai di kirim ke NTT nanti sebentar sudah dipindahkan ke tempat lain lagi,” pungkasnya.
Dalam kesempatan ini, Politisi Fraksi PKB itu juga menyatakan bahwa penyimpangan mengenai pendistribusian pupuk sudah sangat sering terjadi.
Kendati demikian, edward mengakui bahwa ia tidak dapat melakukan penyidikan.
Menurutnya, DPR hanya dapat mengontrol dan menyampaikan adanya laporan penyimpangan ini kepada PT Pupuk Indonesia yang lebih memiliki wewenang.
“Jadi ya. Janganlah dianggap remeh karena kita berjuang ini masih banyak orang susah, orang miskin di daerah-daerah terpencil, terluar, termiskin lagi. Jadi itu memang repot. jadi itu mengenai pupuk subsidi, tapi kami sangat berharap sebagai wakil rakyat agar hal-hal yang kami sampaikan disini bisa mendapat apresiasi dan mendapat dukungan sehingga jangan kita berulang tahun terus nanti dikira DPR ini hanya datang duduk, dengar, diam, duit, ngantuk kita begitu,” tandasnya.



