telusur.co.id, Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS Toriq Hidayat memahami bahwa ada beberapa kendala umum sehingga sebagian besar Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sulit berkembang.
“Penting untuk mengambil langkah-langkah yang tepat dalam mengatasi hambatan setiap BUMDes. Supaya keberhasilannya sebagai lembaga ekonomi, dapat memberikan manfaat bagi masyarakat desa,” kata Toriq saat mengikuti kegiatan kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI dalam rangka meninjau BUMDes Wijaya Kusuma, Desa situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor pada hari Kamis (06/04/2023).
“Secara umum kendala yang mendominasi diantaranya keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola usaha dan keuangan. Akibatnya kegiatan tidak berjalan efektif dan efisien,” papar Toriq.
Sebagai mitra kerja Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes), Toriq membeberkan bahwa, BUMDes tidak mendapatkan dukungan atau kerjasama optimal dari instansi terkait seperti pemerintah, LSM, dan sektor swasta.
Karena itu, menjadi tugas Kemendes PDTT untuk memberikan pendampingan teknis dan manajemen untuk pengembangan.
“BUMDes Wijaya Kusuma, salah satu yang mendapatkan perhatian dari Kementerian Desa. Upaya ini harus lebih optimal serta bisa menjangkau seluruh BUMDes. Dengan demikian saya berharap perekomian desa semakin berkembang,” harap Toriq.
Khusus BUMDes Wijaya Kusuma, Ia meminta ada advokasi Kemendes agar perizinan pengelolaan Situ Tunggilis segera turun dari Instasi terkait. Tentang Modal Usaha menurutnya pengelola harus aktif mencari mitra. Ia juga mengusulkan diberikan program Desa Wisata Kemendes.



