telusur.co.id -Hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 membawa kabar membanggakan bagi Alvira Nur Azizah. Di usia 14 tahun 7 bulan, ia berhasil diterima sebagai mahasiswa S1 Farmasi di Universitas Airlangga (UNAIR), sekaligus menjadi salah satu mahasiswa termuda tahun ini.
Alvira mengaku tidak menyangka bisa lolos seleksi di kampus impiannya. Ia menyebut kebahagiaan tersebut menjadi hasil dari usaha dan doa yang selama ini dilakukan.
“Jujur terkejut dan sangat bahagia, saya tidak menyangka akan lolos. Saya memilih Farmasi karena ingin melanjutkan ilmu dari SMK jurusan Farmasi Industri. UNAIR adalah salah satu kampus dengan jurusan farmasi terbaik di Indonesia dan kampus impian saya,” ungkapnya.
Menariknya, Alvira menempuh pendidikan lebih cepat bukan melalui program akselerasi. Ia telah memulai pendidikan sejak usia dini, bahkan sempat akan mengulang taman kanak-kanak (TK) karena faktor usia. Namun, pihak sekolah menilai kemampuannya sudah memadai untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya.
“Ibu saya berniat untuk mengulang sekolah TK karena sadar usia saya belum cukup untuk melanjutkan ke MI (Madrasah Ibtidaiyah), tetapi tidak diperbolehkan guru TK karena dianggap sudah mampu memahami pelajaran,” ceritanya.
Saat melanjutkan ke MI, pihak sekolah juga sempat mempertimbangkan kemungkinan pengulangan kelas di tengah jenjang pendidikan. Namun, hingga lulus, hal tersebut tidak terjadi. Selama bersekolah, Alvira juga aktif berprestasi, termasuk mewakili sekolah dalam ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) bidang Matematika.
Dalam kesehariannya, Alvira menerapkan pola belajar yang disiplin. Ia membagi waktu antara istirahat dan belajar secara konsisten setiap hari.
“Tips belajar dari saya adalah mengambil poin-poin penting dari materi, lalu dipelajari dan dihafalkan. Waktu paling gampang menerima pelajaran itu malam sebelum tidur dan pagi setelah bangun,” tuturnya.
Meski telah meraih pencapaian besar, Alvira mengaku tetap merasa gugup menjelang masa perkuliahan. Ia menyadari adanya perbedaan antara dunia sekolah dan kampus, namun bertekad untuk segera beradaptasi.
“Sepertinya saya akan sedikit nervous karena dunia perkuliahan berbeda dengan sekolah. Namun, saya akan beradaptasi dengan lingkungan, teman-teman, serta semua yang ada di Universitas Airlangga,” ujarnya.
Ke depan, Alvira bercita-cita menjadi apoteker profesional. Sebagai anak tunggal, ia menjadikan harapan orang tua sebagai motivasi utama dalam meraih kesuksesan.
“Motto yang saya tanamkan pada diri saya adalah harus berjuang sampai sukses karena saya anak tunggal. Harapan orang tua satu-satunya yang bisa dibanggakan,” tegasnya.
Ia pun menutup dengan pesan semangat bagi pelajar lain agar tetap konsisten dalam mengejar impian.
“Teruntuk teman-teman yang sedang berjuang, tetaplah semangat belajar dan jangan menyerah mengejar impian. Jangan lupa juga berdoa kepada Tuhan agar diberi kemudahan,” pungkasnya.



