telusur.co.id - Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 H, Cendekiawan muda Bambang Saputra, mendalami arti hari lahir Rasul terakhir Muhammad SAW, sebagai sosok penyempurna sederetp anjang para rasul utusan Tuhan.
Masyarakat yang dibangunnya pun paling sempurna karena hanyad idasarkan pada tolak ukur tauhid, Tuhan Yang Maha Esa.
Bambang mengutip Mahatma Gandhi, dalam sebuah memoarnya berkata, bukanlah karena tajamnyap edang dan kekuatan militer, Muhammad dan ajarannyac epat tersebar. Akan tetapi, karena keluhuran akhlaknya dan kemuliaan ajarannya, sehingga orang-orang dis ekelilingnya menjadi tertarik dan bergabung.
"Sebagai bukti kecintaan kita kepada Nabi SAW, jadilah manusia ideal dengan membumikan tauhid di setiap aktivitas apapun dalamk ehidupan ini, " ujar Bambang, dalam memaknai Maulid Muhammad SAW, Kamis (29/10/2020).
Seseorang dapat dikatakan sebagai pengikut Nabi Muhammad SAW, apabila dirinya mampu meneladanib eliau dengan menunjukkan dan menjelmakan kemuliaan budi pekerti, menyebar kasih sayang, senantiasa santun, mencintai ilmu, serta yangt erpenting berani tegas dalam menyatakan kebenaran dan mencegah kemungkaran.
Terkait dengan peringatan maulid Nabi SAW sekarang ini, ternyata ada saja orang yang ingin menghinakan beliau. Seperti yang baru saja terjadi yaitu karikatur Nabi Muhammad SAW, yang sengaja diulang dalam majalah satir Charlie Hebdo dan Celotehan Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang bernada pelecehan.
"Sebagai bukti kecintaan kita terhadap Nabi akhir zaman itu, mari kita boikot produk-produk Prancis atau selemah-lemahnya adalah mendoakan yang terbaik, " pungkas Bambang.



