Melatih Kreatifitas Mahasiswa Universitas Borobudur Lewat Gebyar Budaya Dan Bahasa, Mengenal Budaya Minang - Telusur

Melatih Kreatifitas Mahasiswa Universitas Borobudur Lewat Gebyar Budaya Dan Bahasa, Mengenal Budaya Minang

Gebyar Budaya Minangkabau Universitas Borobudur (Foto : fie)

telusur.co.id - Program Mata Kuluah Kebudayaan Indonesia Universitas Borobudur kembali menggelar program budaya Indonesia 2026, kali ini mengangkat Pekan Budaya Sumatra Barat atau Minangkabau. 

Irdiana Dosen Bahasa Inggris dan Kebudayaan Unbor yang juga penanggungjawab acara memaparkan, pihaknya sebelumnya sudah menggelar event serupa tiap tahunnya yaitu, budaya Nusantara dan Betawi. 

"Ini bagian dari mata kuliah mahasiswa Universitas Borobudur, dengan memberikan mata kuliah kebudayaan Indonesia. Para mahasiswa saat ini lebih tahu budaya luar daripada budaya kita sendiri. Makanya setiap tahun ada mata pelajaran ini, kita berusaha untuk mengandakan event ini biar mereka juga tahu dengan kali ini Budaya Minang," papar Irdiana, dalam Gebyar Budaya Dan Bahasa, Kebudayaan Minang dan Sumatra Nan Elok, di Gedung C Universitas Borobudur, Sabtu (3/01/2026).

Diakuinya, para mahasiswa selama ini mendapat pemahaman dari terori di kelas, namun kali ini mereka praktek soal budaya Minang, salah satunya tariannya.

"Kalau ini gerak dan lagu tari-tarian kemudian juga ada bahas pantun sama nyanyian, selain Minang juga ada Sumatera Sumatera Utara Sumatera Selatan. Jadi mereka tahu bagaimana bahwa beragamnya kebudayaan kita terutama Minang," paparnya.

Acara ini diisi ada 25 kelas dari semester 1 dan semester 3. Selain itu, yang menarik dalam seni yang ditonjolkan menggunakn bahasa Inggris. "Mahasiswa yang memperagakan tema Minang ini juga dengan menggunakan bahasa Inggris selain bahasa Indonesia dan mereka juga harus pisahkan secara global untuk bahasa Indonesia bahasa Inggrisnya," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Unbor Prof Dr Ir Darwati Susilastuti MM menyambut baik program budaya ini. Bahkan, pihak kampus mensupport secara maksimal program tersebut yang sudah berjalan secara konsisten tiap tahunnya.

"Gebyar kebudayaan ini merupakan kegiatan rutin akademik merupakan bagian dari agenda Akademi yang berkaitan dengan mata kuliah yang diikuti oleh mahasiswa. Kegiatan ini adalah salah satu dari pembelajaran baik dari ini ada mata kuliah yang berkaitan mata kuliah kebudayaan Indonesia kemudian bahasa Inggris bahasa Indonesia. Jadi ini merupakan dari pembelajaran yang mana sekarang ini metode pembelajarannya tidak hanya teori di kelas tapi juga praktek yang merupakan hasil karya dari kreativitas mahasiswa itu yang jadi kami sangat mendukung kegiatan ini," tegasnya.

Ia berharap ke depannya mata kuliah mata kuliah yang berkaitan dengan kegiatan kreativitas bisa mendukung bersamaan. Misalkan kewirausahaan Inovasi dan kreativitas dan sebagainya. 

"Kegiatan-kegiatan ini merupakan kreativitas dari mahasiswa. Kita sangat mendukung karena ini merupakan bagian dari kegiatan akademik yang sudah terencana setiap tahun kemudian supportnya, kita memberikan fasilitas kemudian memberikan apa sarana prasarana, kemudian juga kepada dosen," tambahnya.

Lanjutnya, pembelajaran yang dilaksanakan oleh mahasiswa ada penilaiannya. Karena bagian dari penilaian Jadi kalau sekarang ini penilaian itu tidak hanya teori di kelas UAS UTS. 

"Seperti ini adalah best Project, ada proyek dinilai bisa mencapai lebih dari 50% gitu ya Jadi kalau dulu Itu 50%-nya kan di UAS ya, nah sekarang UAS hanya 20%. Misalkan atau bahkan tidak ada UAS 

sendiri asal ada project project ada Prototype atau apa yang dihasilkan oleh mahasiswa itu bisa dinilai," pungkasnya. (fie) 

 


Tinggalkan Komentar