Menang Sia-Sia di London: Tottenham Tersingkir, Atletico Madrid Tantang Barcelona - Telusur

Menang Sia-Sia di London: Tottenham Tersingkir, Atletico Madrid Tantang Barcelona

Xavi Simons. foto uefa

telusur.co.id - Tottenham Hotspur harus menelan pil pahit meski meraih kemenangan 3-2 atas Atletico Madrid pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions UEFA di Tottenham Hotspur Stadium, Rabu waktu setempat.

Hasil tersebut tak cukup mengantar Spurs ke perempat final setelah kalah agregat 5-7 dari wakil Spanyol. Sebaliknya, Atletico Madrid memastikan tiket delapan besar dan akan menghadapi sesama tim La Liga, FC Barcelona.

Sejak awal laga, Atletico sempat membuka keunggulan cepat lewat Ademola Lookman, namun gol tersebut dianulir karena offside. Tottenham kemudian merespons dengan sejumlah peluang, termasuk dari Mathys Tel yang masih bisa digagalkan kiper Juan Musso.

Tuan rumah akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-30. Umpan matang Tel sukses disundul masuk oleh Randal Kolo Muani untuk membawa Spurs unggul 1-0 hingga jeda.

Memasuki babak kedua, Atletico langsung bangkit. Julian Alvarez menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-47, memanfaatkan kelengahan lini belakang Tottenham.

Namun, Spurs kembali unggul lima menit berselang. Kali ini, Xavi Simons mencetak gol usai menerima umpan dari Archie Gray, mengubah skor menjadi 2-1.

Pertandingan semakin sengit ketika Atletico kembali menyamakan skor menjadi 2-2 pada menit ke-75 melalui sundulan David Hancko setelah menerima umpan sepak pojok dari Alvarez.

Tottenham sempat menjaga asa lewat gol kedua Xavi Simons dari titik penalti pada menit ke-90, membuat skor menjadi 3-2. Namun, hingga peluit panjang berbunyi, tambahan gol yang dibutuhkan untuk membalikkan agregat tak kunjung datang.

Kemenangan di kandang sendiri pun terasa hampa bagi Spurs. Sementara itu, Atletico Madrid melangkah ke perempat final dengan penuh percaya diri dan siap menghadapi tantangan berat dari Barcelona.

Bagi Tottenham, hasil ini menjadi pengingat bahwa efektivitas di dua leg sangat menentukan di panggung Eropa—dan satu kemenangan saja tak cukup untuk menjaga mimpi tetap hidup. [ham]


Tinggalkan Komentar