Mitos dan Nilai Luhur yang Terkandung di Dalamnya - Telusur

Mitos dan Nilai Luhur yang Terkandung di Dalamnya


Telusur.co.idOleh : Bisarul Ihsan 

Jika berbicara mengenai mitos, pastinya sudah tidak asing lagi di telinga kita. Mitos sering kali kita jumpa dari tuturan orang-orang tua yang sifatnya melarang untuk melakukan sesuatu namun sifatnya untuk kebaikan bagi individu maupun kelompok. Dalam perkembangannya mitos memang masih ada yang mempercayai, ada pula yang menganggap hanya sebagai bentuh petuah saja tanpa harus mempercayainya.

Mitologi atau mitos merujuk pada kumpulan cerita tradisional yang umumnya diwariskan secara lisan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Mitos yang berkembanga di masyarakat biasa mencakup cerita-cerita tentang asal-usul alam semesta, dewa-dewa, bentuk kepahlawanan seseorang, proses kejadian alam/wilayah tertentu, dan aspek-aspek kehidupan manusia. 

Cerita-cerita ini sering kali memiliki unsur-unsur supernatural, simbolis, atau alegoris, dan mereka membentuk dasar keyakinan yang dipercayai oleh sekelompok masyarakat, berkitan dengan norma, dan nilai dalam suatu kebudayaan tertentu.

Beberapa ciri umum dalam mitos biasnaya melibatkan karakter-karakter mitologis yang dianggap suci oleh orang-orang yang mempercayainya seperti dewa, roh, makhluk supernatural, atau pahlawan legendaris. Mitos juga biasanya menceritakan penciptaan dunia, banjir besar, pertempuran epik, atau kejadian-kejadian lain yang dianggap penting dalam pandangan dunia suatu masyarakat. 

Selain penciptaan tentang dunia atau mahlukk-mahluk yang dianggap suci, mitos juga bisa berbentuk ucapan lisan/peuah dari orang terdahulu yang mengandung unsur nilai kearifan suatu kelompok masyarakat untuk memberikan petunjuk moral yang telah dipercayai secara turun temurun. Kepercayaan yang dipegang teguh oleh suatu kelompok tersebut tidak lain ialah untuk menunjukan identitas kolektif mereka diantara kelompok-kelompok lain.

Walaupun mitos sering dihubungkan dengan kepercayaan pra-modern atau tradisional, namun sekelompok masyarakat yang mempercayai terus memainkan peran penting dalam banyak budaya di seluruh dunia. 

Bahkan, beberapa mitos dapat beradaptasi dan berkembang seiring waktu, mengikuti perubahan dalam masyarakat dan nilai-nilai yang dipegang oleh komunitas tersebut. Banyak nilai luhur yang terkandung di dalam mitos sebagai pondasi membentuk karakter bangsa yang arif. Nilai-nilai tersebut meliputi:

Nilai Ekologis

Nilai ekologis merujuk pada konsep pemahaman terhadap lingkungan/alam. Nilai ekologis mengajarkan masyarakat secara luas bahwa dalam keberlangsungan hidup, seluruh mahluk di dunia ini saling berdampingan dan membutuhkan. Oleh karena itu sebagai manusia dalam konteks mitos tentu mengajarkan keselarasan antara manusia dan alam yang saling berkaitan dan saling menjaga. 

Contohnya mitos hutan larangan, yang di dalamnya mengajarkan masyarakat agar senantiasa menjaga hutan, jika merusak hutan maka akan mendapatkan hukuman dari alam maupun penghuni di dalam hutan tersebut. Dampak positif dari kepercayaan tersebut ialah terjaganya hutan dan dapat memberikan manfaat keberlangsungan hidup untuk banyak masyarakat secara luas.

Nilai Etika

Nilai etika merujuk pada seperangkat prinsip atau norma-norma moral yang menjadi dasar bagi penilaian mengenai apa yang dianggap benar atau salah, baik atau buruk dalam perilaku manusia. Nilai etika membentuk landasan moral yang memandu tindakan dan keputusan individu, kelompok, atau masyarakat. Nilai-nilai etika dapat berkembang dari berbagai sumber, termasuk agama, budaya, filsafat, atau pengalaman sosial, termasuk mitos tradisional yang menjadi kepercayaan masyarakat pun sarat akan nilai etika yang dapat diajarkan kepada generasi penerus. 

Nilai etika dalam kajian mitos mencakup prinsip-prinsip moral dan norma-norma perilaku yang terkandung dalam cerita-cerita mitologis, seperti halnya etika terhadap sesama, etika terhadap lingkungan yang memberikan pemahaman bahwa alam merupakan lingungan hidup, etika sopan santun yang dimulai dari tempat tertentu /khusus, etika terhadap kebudayaan.

Nilai Kewajiban dan Tanggung Jawab

Mitos mengajarkan masyarakat memiliki sifat memahami kewajiban sebagai kelompok masyarakat tertentu serta menguatkan rasa tanggung jawab. Nilai kewajiban dan tanggung jawab merupakan tugas alamiah manusia sebagai mahluk sosial yang memiliki kewajiban dan tanggung jawab secara individual maupun kelompok atas peran dirinya. 

Secara individu seseorang berkewajiban menjadi mahluk yang baik bagi anggota kelompoknya, sementara secara kelompok ia berperan ikut serta menaati setiap aturan yang diberlakukan sesuai dengan norma yang berlaku.

Kemudian relevansinya apa mitos dengan materi pembelajaran yang diajarkan di sekolah? Tentu mitos sangat berperan dalam mensukseskan tujuan pembelajaran yang dibuat oleh guru, antara lain dengan mempelajari mitos peserta didik dapat memahami asal-usul suatu tradisi tertentu dari daerah-daerah, pemahaman nilai-nilai moral, pengembangan keterampilan menulis dan berbicara, peningkatan kreativitas dan imajinasi. 

Mitos oleh masyarakat modern atau Gen-Z mungkin dianggap sebagai khayalan semata, namun nilai-nilai dibaliknya yang mestinya harus terus dipertahankan sebagai penciri masyarakat yang memiliki nilai luhur kearifan lokal. 

Merosotnya nilai dalam pendidikan karakter berdampak buruk bagi generasi mendatang yang tidak mencintai lagi dengan budaya lokal. Nilai kesantunan dan gotong royong serta religius menjadi pondasi yang kuat untuk membangun generasi emas yang hebat di masa mendatang. Selain itu sudah tugas kita sebagai generasi muda mempertahankan warisan budaya yang telah diberikan kepada kita.

*Penulis adalah Dosen PBSI Unisda Lamongan | Mahasiswa S3 Pendidikan Bahasa Indonesia UNS Surakarta, dan dibimbing oleh Dr. Muhammad Rohmadi selaku dosen pengampu mata kuliah di UNS Surakarta.


Tinggalkan Komentar