telusur.co.id - Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengucapkan selamat atas terselenggaranya Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih Muhammadiyah. "Selamat dan sukses Munas Tarjih Muhammadiyah," ucap Haedar, Minggu.
Majelis Tarjih merupakan institusi keagamaan yang menjadi dapur dari pemikiran-pemikiran keagamaan dalam tubuh Muhammadiyah. Berperan penting dalam memberikan tafsiran-tafsiran agama yang kreatif sebagai landasan normatif dinamisasi masyarakat.
Majelis Tarjih juga memiliki peranan strategis dalam memberikan arah bagi gerak maju Muhammadiyah. Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih merupakan kegiatan strategis di mana para ulama-intelektual Muhammadiyah mengurai pelbagai masalah-masalah kontemporer seperti zakat, difabel, agraria.
Kenapa Munas kali ini mengangkat tema mewujudkan nilai-nilai Islam yang maju dan mencerahkan? Pertama, aspek ajaran dan ini tidak akan pernah selesai, Islam mengandung nilai-nilai yang utama mengenai kemajuan dan pencerahan.
Kemajuan dalam Islam itu menyangkut berbagai macam aspek, di mana masyarakat muslim harus maju dari aspek pandangan, paham, dan praktek keagamaan, maju dalam pendidikan dan hal-hal yang bersifat muamalah-duniyawiyah.
"Agama sebagai agen pencerah berarti mampu mengubah seseorang dari perilaku jahiliyah ke perilaku yang berkeadaban. Visi utama kerisalahan Nabi Muhammad adalah membangun akhlak mulia dan menjadikan Islam sebagai agama yang rahmatan lil’alamin," katanya.
Kedua, lantaran Muhammadiyah memandang bahwa usaha mewujudkan nilai-nilai Islam yang berkemajuan dan mencerahkan tidak pernah selesai karena ada realitas saat ini baik di dalam maupun di luar negeri, di mana kehidupan belum sepenuhnya mengandung hal-hal yang maju dan mencerahkan.
Ketiga, menyangkut proyeksi ke depan bahwa bangsa yang besar berpijak pada nilai-nilai yang luhur termasuk nilai luhur agama. Dalam konteks ini, Muhammadiyah ingin terus menyebarkan nilai-nilai agama yang membawa kemajuan. [ham]



