telusur.co.id - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Toba pada 9 Desember 2020 mendatang, sepertinya menjadi perhatian serius semua pihak. Sebab, penderita Covid-19 semakin meningkat di Bona Pasogit itu. 

Dari hasil konfirmasi melalui Kadis Kominfo Toba Lalo Hartono, Selasa (13/10/2020) membenarkan ada penambahan warga yang terpapar Corona. Sejak Selasa, 6 Oktober  2020 ada 46 orang dan kini sudah menjadi 51 orang. "Itu artinya bertambah 5 orang," ujarnya. 

Menurut Lalo, total jumlah terkonfirmasi  positif di Kabupaten Toba sampai saat Ini (Senin, 12 Oktober 2020) sebanyak 51 orang. 

Diantaranya di Kecamatan Balige 17 orang, Kec Laguboti 7 orang, Kec. Siantar Narumonda 2 orang, Kec Silaen 3 orang, Kec Habinsaran  3 orang, Kec Parmaksian 7 orang, Kec P. Pohan Meranti  1 orang, Kec Ajibata 6 orang, Kec Bonatua Lunasi  1 orang, Kec Nassau 2 orang,  Kec Sigumpar 1 orang dan di Kec Lbn Julu 1 orang. 

Dari semua data, yang sembuh sebanyak 41 orang, meninggal 5 orang dan yang masih dirawat 5  orang. 

Dari data itu 2 orang di Rawat di RSU Porsea pasien dari Kec Laguboti dan dan Kec Ajibata adalah 1 orang dirawat di RS Marta Friska medan dari Kec Silaen , 1 orang Dirawat di RSU Jasamen Saragih P. Siantar dari Kec Ajibata dan 1 orang dirawat di RS Mitra Sejati Medan dari Kec Balige. 

Sementara Harga Vaksin Covid-19 di Indonesia diming-imingi tidak akan memberatkan Pemerintah seperti yang disampaikan oleh Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir memastikan harga untuk vaksin Covid-19 di Indonesia hanya dikisaran harga Rp200 ribu. 

Intinya, Bio Farma berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah menghadirkan vaksin COVID-19 dengan harga yang terjangkau untuk memberi perlindungan bagi penduduk 
Indonesia.

Sembari menunggu vaksin ini bisa diperjual belikan untuk pasien Corona,  Pemkab Toba diharapkan supaya tetap berhati-hati menjaga dan mengawasi warganya, agar terhindar dari Corona yang mematikan itu,  terlebih jelang Pemilulada di Toba. 

Sudah pasti membuat pertemuan-pertemuan 'terselubung' dengan warga dan para Paslon jagoannya di Pilkada Toba atau dengan tim sukses oleh para Paslon, untuk itu Pemkab Toba jangan lengah dan apalagi sampai membiarkan merununan warga tanpa protokiler kesehatan, sekaligus melakukan penchekan akfifitas yang dilakukan oleh PT TPL di Industri Parmaksian. 

"Sebab bukan rahasia umum lagi sejumlah karyawannya sudah terpapar Corona, dan bahkan ada yang sudah meninggal dunia, artinya perusahaan itu jangan jadi sumber kuman Corona,  karena banyak Management mereka dan karyawannya keluar masuk Zona merah dan datang ke TPL di Parmaksian itu,  mohon dipantaulah," ujar M Sirait (55) di Simpang Sirait Uruk, Toba.