Ongkir Mahal Jadi Masalah, DPR Minta Pemerintah Mampu Beri Solusi - Telusur

Ongkir Mahal Jadi Masalah, DPR Minta Pemerintah Mampu Beri Solusi

Anggota Komisi VI DPR RI, Ananta Wahana (Ist)

telusur.co.idPermasalahan yang kerap dialami seseorang saat mengirimkan barang ke luar negeri adalah mahalnya biaya ongkos kirim. Tak hanya dikeluhkan oleh pengirim perorangan, mahalnya biaya ongkir ini juga dikeluhkan oleh para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). 

Keluhan biaya ongkos kirim yang mahal bukan hanya datang dari pelaku UMKM yang memasarkan barangnya di dalam negeri saja, akan tetapi, keluhan juga kerap datang dari pelaku UMKM yang ingin memasarkan produknya ke pasar global.


"Aspirasi dari sejumlah pelaku UMKM yang kita temui, mereka mengeluhkan biaya ongkos kirim yang cukup tinggi. Baik ongkir ke Luar negeri ataupun ongkir domestik," kata Anggota Komisi VI DPR RI, Ananta Wahana pada Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan saat Rapat Kerja di Komisi VI DPR RI, Selasa (06/5/2023).

Ongkos kirim (ongkir) atau biaya logistik yang masih mahal, kata Ananta, tentu menjadi beban bagi para pelaku UMKM. Karena itu, dia meminta pemerintah untuk segera mencarikan solusi terkait persoalan ini.

Ditegaskan Ananta, Mahalnya biaya ongkos kirim ke luar negeri juga akan berimbas ke neraca perdagangan negara indonesia dan kesejahteraan pelaku UMKM.

"Kalau tidak bisa diselesaikan, maka peluang Kemendag membuka ekspor itu bakal tidak maksimal, begitu juga (rencana) menghidupkan UMKM, karena transaksi-transaksi dalam negeri banyak yang gagal," beber Ananta.

Selain mempersoalkan mahalnya biaya ongkos kirim, Ananta juga menyoroti Peringkat Logistik Performace Index (LPI) Indonesia pada tahun 2023 yang mengalami penurunan.

Diketahui, Logistics Performance Index (LPI) Indonesia pada 2023 mengalami penurunan. Dari 139 negara, Indonesia menempati peringkat ke-63, turun 17 peringkat dari peringkat ke-45 pada 2018.

"Jadi, memang kita mengalami penurunan yang sangat luar biasa. Saya berharap pak Menteri bersama pasukannya di dirjen perdagangan Luar Negeri dan perdagangan negeri ini, saya pikir perlu mencarikan solusinya," katanya.

Alternatif Negara Tujuan Ekspor

Dalam kesempatan ini, Ananta juga meminta jajaran Kementerian Perdagangan untuk terus melakukan ekspansi pasar ekspor ke berbagai negara. Mengingat, beberapa bank besar di Amerika Serikat mengalami kebangkrutan yang tentunya bakal mengakibatkan krisis di Amerika.

"Dengan adanya kebangkrutan di Bank AS, itu kan tentu (berpotensi) mengurangi ekspor indonesia menuju amerika. Karena dia akan mengurangi impor. Nah, saya berharap kalau ini terjadi, kira-kira kemendag apa sudah ada negara tujuan ekspor alternatif," kata Ananta.


Tinggalkan Komentar