telusur.co.id - Umat Islam yang tergabung Ormas Islam dan lintas komunitas serta Serikat Buruh di Subang, mendeklarasikan diri kesepakatan dan kesepahaman untuk menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP), berkumpul di depan Tugu Benteng Pancasila yang berlokasi di Alun-alun Pemkab Subang, Jln. Wangsa Arya Ghoparana Subang, Sabtu (04/07/2020).

Menanggapi hal tersebut pimpinan Ponpes Darul Falah Kyai Ridwan Hartiwan sangat mengapresiasi sekaligus mendukung atas sikap bijak dan tegas Ketua PBNU KH. Said Aqil Siradj yang mengusulkan untuk mencabut total RUU HIP tersebut.

"Ya tepatnya apa yang dikatakan Ketua PBNU KH. Said Aqil Siradj meminta mencabut total RUU HIP,  jika ada RUU baru pembahasannya harus melibatkan masyarakat dan Ormas terlebih dahulu. Hal itu disampaikannya kepada MPR saat mengunjungi Kantor PBNU di Jakarta," kata Kyai Ridwan.

Menurut Kyai Ridwan sikap bijak tegas dan waspada dalam setiap upaya yang merongrong fundamental negara harus dicurigai sebagai upaya merubah haluan negara dan semua elemen bangsa harus menyadari adanya hidden agenda pihak tertentu.

“Kami melihat urgensi dukungan dan sikap pesantren kami mendukung cara rakyat mengungkap ekspresinya selama sesuai dengan jiwa demokrasi, gak perlu lagi melihat kelompok dan golongan, kalau mereka mau mempertahankan dan mendukung keutuhan Pancasila harus didukung, kalau ingin merusak Pancasila harus dilawan,” tegasnya.

Kyai Ridwan juga mengungkapkan arti pentingnya sikap lurus kalangan pesantren melihat Pancasila sebagai muara keberagaman berbangsa dan bernegara. Sikap menjaga Pancasila menurutnya bagian dari bela negara demi kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Bagi kami di pondok pesantren hanya melihat satu hal yakni Indonesia kokoh sejak berdiri sampai sekarang salah satunya berkat Pancasila sebagai dasar dan falsafah negara, Pancasila nya sebagai sokoguru kehidupan kerukunan dalam keragaman yang harmonis, dinamis bahkan diakui di dunia internasional,” pungkasnya.

Umat Islam yang tergabung Ormas Islam dan lintas komunitas serta Serikat Buruh di Subang, mendeklarasikan diri kesepakatan dan kesepahaman untuk menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP), berkumpul di depan Tugu Benteng Pancasila yang berlokasi di Alun-alun Pemkab Subang, Jln. Wangsa Arya Ghoparana Subang, Sabtu (04/07/2020).

Menanggapi hal tersebut pimpinan Ponpes Darul Falah Kyai Ridwan Hartiwan sangat mengapresiasi sekaligus mendukung atas sikap bijak dan tegas Ketua PBNU KH. Said Aqil Siradj yang mengusulkan untuk mencabut total RUU HIP tersebut.

"Ya tepatnya apa yang dikatakan Ketua PBNU KH. Said Aqil Siradj meminta mencabut total RUU HIP,  jika ada RUU baru pembahasannya harus melibatkan masyarakat dan Ormas terlebih dahulu. Hal itu disampaikannya kepada MPR saat mengunjungi Kantor PBNU di Jakarta," kata Kyai Ridwan.

Menurut Kyai Ridwan sikap bijak tegas dan waspada dalam setiap upaya yang merongrong fundamental negara harus dicurigai sebagai upaya merubah haluan negara dan semua elemen bangsa harus menyadari adanya hidden agenda pihak tertentu.

“Kami melihat urgensi dukungan dan sikap pesantren kami mendukung cara rakyat mengungkap ekspresinya selama sesuai dengan jiwa demokrasi, gak perlu lagi melihat kelompok dan golongan, kalau mereka mau mempertahankan dan mendukung keutuhan Pancasila harus didukung, kalau ingin merusak Pancasila harus dilawan,” tegasnya.

Kyai Ridwan juga mengungkapkan arti pentingnya sikap lurus kalangan pesantren melihat Pancasila sebagai muara keberagaman berbangsa dan bernegara. Sikap menjaga Pancasila menurutnya bagian dari bela negara demi kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Bagi kami di pondok pesantren hanya melihat satu hal yakni Indonesia kokoh sejak berdiri sampai sekarang salah satunya berkat Pancasila sebagai dasar dan falsafah negara, Pancasila nya sebagai sokoguru kehidupan kerukunan dalam keragaman yang harmonis, dinamis bahkan diakui di dunia internasional,” pungkasnya. [ham]