telusur.co.id - Pendidikan menjadi salah satu sektor yang terdampak dengan adanya Pandemi Covid-19 di Indonesia. Pada satu sisi proses pembelajaran harus tetap berlangsung, namun di sisi lain, masyarakat harus menghadapi banyak tantangan dalam menjalankan pendidikan di tengah pandemi Covid-19. Seperti keterbatasan perangkat yang dimiliki siswa, biaya untuk kuota, jaringan internet.
Hal ini ternyata mendapat perhatian dari Anggota Komisi IX DPR RI, Dapil Jabar VIII (Kota dan Kabupaten Cirebon dan Indramayu), Netty Prasetiyani Aher.
Meski tak duduk di Komisi Pendidikan yang menaungi program beasiswa, namun dengan perjuangan dan lobi-lobi lintas Komisi di Fraksi. Masyarakat di Dapilnya, dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas bisa mendapatkan bantuan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) tersebut.
"Saya dipercaya oleh masyarakat Cirebon dan Indramayu untuk menjadi wakil mereka di DPR. Banyak aspirasi yang saya terima mulai dari ekonomi, ketenagakerjaan, keluarga, kesehatan hingga pendidikan. Alhamdulillah, di masa pandemi ini, saya bisa turun ke Dapil lagi untuk menyerahkan beasiswa pendidikan kepada masyarakat," kata Netty saat menyerahkan beasiswa PIP aspirasi untuk jenjang SD hingga SMA di Cirebon dan Indramayu, Rabu (28/10/2020).
Pemberian bantuan beasiswa ditengah kondisi Covid-19 tentu sangat meringankan beban orang tua siswa.
"Saya harus sampaikan bahwa tidak ada potongan sepeser pun dari bantuan beasiswa yang diterima. Tujuan beasiswa ini berorientasi pada peningkatan akses masyarakat terhadap pendidikan. Ketika aksesnya terbuka, maka pencapaian angka partisipasi kasar (APK) semakin meningkat," kata Wakil Ketua Fraksi PKS di DPR RI ini.
Masih kata Netty, Permasalahan IPM harus menjadi perhatian untuk segera dituntaskan. Berdasarkan capaian skor Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2019, kota Cirebon mendapatkan skor 74,35 poin dan merupakan skor terbaik di wilayah III Cirebon. Sedangkan Kabupaten Cirebon mencapai sebesar 68.69 poin dan Kabupaten Indramayu sebesar 66,97 poin.
Doktor Ilmu Pemerintahan ini menambahkan Peningkatan kualitas dan standar hidup masyarakat merupakan tugas bersama.
"Harus ada kerja bersama meningkatkan standar pendidikan, kesehatan dan penghidupan masyarakat. Pendidikan termasuk yang harus kita selesaikan dan akselerasi demi mewujudkan SDM yang unggul dan berkualitas," Katanya.
Meskipun banyak batasan dan aturan dalam sistem belajar mengajar ditengah Pandemi Covid-19. Netty Aher meminta agar para guru terus berkreasi dan memotivasi anak didiknya untuk tetap semangat belajar.
"Para siswa harus tetap rajin belajar dan jangan patah semangat oleh keadaan, pasti Allah SWT memberikan jalan bagi mereka yang bersungguh-sungguh mencari ilmu. Para pendidik harus terus berinovasi bagi pendidikan Indonesia. Kembangkan kompetensi peserta didik yang relevan di masa depan, jangan alergi dengan perubahan dan tentu saja kolaborasikan dengan kearifan lokal. Dengan itu, kita tingkatkan indeks kompetensi dan literasi anak-anak Indonesia agar bisa bersaing di kancah global di masa mendatang," ujar dia.
laporan: A.Dimiyati



