Pelindo Tanjung Emas Raih PROPER Hijau, Perkuat Komitmen Pelabuhan Berkelanjutan - Telusur

Pelindo Tanjung Emas Raih PROPER Hijau, Perkuat Komitmen Pelabuhan Berkelanjutan

ub Regional Head Jawa Pelindo Regional 3, Purwanto Wahyu Widodo. Foto: Istimewa.

telusur.co.id -PT Pelabuhan Indonesia (Persero) (Pelindo) kembali mencatatkan kinerja positif dalam pengelolaan lingkungan. Melalui operasional di Pelabuhan Tanjung Emas, Pelindo berhasil meraih penghargaan PROPER Hijau periode 2024–2025.

Penghargaan tersebut diberikan dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah pada 7 April 2026. Capaian ini diraih berkat kolaborasi antara Terminal Petikemas Semarang, SPMT Tanjung Emas, dan Sub Regional Jawa Cabang Tanjung Emas.

Dari total 2.428 perusahaan kandidat, hanya 243 perusahaan yang berhasil meraih peringkat Hijau. Pencapaian ini sekaligus menegaskan komitmen Pelindo dalam mengelola operasional pelabuhan secara berkelanjutan dan menjadi langkah awal menuju target PROPER Emas.

Sub Regional Head Jawa Pelindo Regional 3, Purwanto Wahyu Widodo, mengatakan keberhasilan ini merupakan hasil integrasi berbagai inovasi lingkungan dalam aktivitas operasional pelabuhan.

“Pencapaian PROPER Hijau ini menjadi bukti bahwa transformasi Pelindo menuju pelabuhan berkelanjutan berjalan secara nyata. Pencapaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja lingkungan melalui monitoring dan evaluasi secara berkala. Ke depannya, kami akan terus mendorong inovasi berbasis komunitas serta replikasi program, memperkuat tata kelola lingkungan, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta memperluas dampak program agar manfaatnya semakin dirasakan secara luas,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi antara Pelindo Group, pemerintah, serta masyarakat dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas bisnis dan kelestarian lingkungan.

Sebagai pelabuhan strategis di Jawa Tengah, aktivitas di Tanjung Emas memiliki potensi dampak lingkungan seperti emisi, pencemaran air, hingga limbah. Untuk itu, Pelindo melakukan berbagai langkah mitigasi melalui pendekatan inovatif dan berkelanjutan.

Salah satu program unggulan yang menjadi penilaian PROPER adalah pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular melalui Bank Sampah Buncis di Kecamatan Semarang Utara. Program ini mengelola sampah anorganik hasil aktivitas pelabuhan secara berkelanjutan setelah melalui proses pemilahan internal.

GM Representative Pelindo Cabang Tanjung Emas, S. Joko, menyebut program tersebut telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Melalui implementasi program Bank Sampah Buncis, terjadi peningkatan omzet sekitar 30 persen dibandingkan sebelum program berjalan. Hal ini didukung oleh peningkatan volume sampah terpilah dari pelabuhan serta bantuan armada pengangkut melalui program TJSL,” jelasnya.

Ia menambahkan, program tersebut juga membuka peluang ekonomi baru sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat.

“Program ini mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar, sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan. Harapannya, masyarakat dapat semakin mandiri dan terus berinovasi dalam pengelolaan sampah,” tambahnya.

Di sektor operasional, Pelindo juga mengimplementasikan energi baru terbarukan melalui pemasangan panel surya di Terminal Petikemas Semarang. Program ini berhasil mencatat efisiensi energi sebesar 67,85 GJ dengan penghematan biaya lebih dari Rp21 juta.

Selain itu, sejumlah inisiatif lain turut dijalankan, seperti penggunaan bahan bakar B30 dan B40, penggantian lampu konvensional menjadi LED hemat energi, serta optimalisasi mesin operasional berbasis efisiensi energi.

Upaya penurunan emisi juga dilakukan melalui optimalisasi kinerja genset yang mampu menekan emisi hingga 3,15 ton CO₂ ekuivalen, sekaligus meningkatkan efisiensi biaya operasional.

Pelindo juga menjalankan berbagai program lingkungan lainnya, seperti pengelolaan air limbah menggunakan teknologi moving bed biofilm reactor (MBBR), pengelolaan limbah B3, hingga pengolahan sampah organik berbasis larva black soldier fly (BSF). Di sisi konservasi, perusahaan turut melakukan penanaman 20.800 mangrove di wilayah pesisir Demak untuk mengurangi abrasi dan mendukung ekosistem pesisir.

Melalui berbagai program tersebut, Pelindo mengusung semangat “Greenity”, yakni perpaduan antara green dan unity, sebagai filosofi dalam menjalankan program lingkungan berbasis kolaborasi.

Capaian PROPER Hijau ini menjadi tonggak penting bagi Pelindo dalam memperkuat implementasi prinsip environmental, social, and governance (ESG) di seluruh lini operasional, sekaligus mempertegas komitmen menghadirkan pelabuhan yang ramah lingkungan, berdaya saing, dan berkelanjutan.


Tinggalkan Komentar