telusur.co.id - PT Mandakiro Wastiru Pratama memenangkan tender Rp 5,079 miliar dari Satker Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Simalungun dengan Pagu sebesar Rp 5,6 miliar, HPS Rp 5,598 miliar. Yang dianggap aneh adalah, perusahaan pemenang tender ini beralamat di DKI Jakarta.
"Itu artinya, untuk mengurus kebersihan di Simalungun harus perusahaan dari Jakarta sana," kata MR Sinaga (50) di Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumut, Kamis (28/1/21)
Untuk itu, warga diharapkan jangan cengeng jika sampah masih menghantui area pekarangan vital dan di tempat umum lainnya.
"Pasalnya PT Integrated Service Solution (ISS) Indonesia kalah tender di tahun 2021. Untuk itu, supaya masyarakat dapat bekerja sama dengan tim kebersihan yang ada saat ini, tanpa saling menyalahkan," katanya.
Kekalahan tender PT ISS yang bergerak di bagian jasa kebersihan atau cleaning service dan lainnya itu, juga berdampak kepada ratusan buruhnya se-Kabupaten Simalungun, termasuk nasib 55 pekerjanya di wilayah Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumut.
"Benar Bang, nasib kami belum tau, sementara yang datang sama kami hanya WA singkat berbunyi 'Selamat pagi teman-teman, dengan sangat berat hati saya harus ucapkan dimana hasil tender dimenangkan PT Lain. Yang jelas tidak ISS, terima kasih atas segala kontribusinya selama bergabung di ISS selama ini sangat banyak memajukan Perusahaan ISS. Atas nama management dan perusahaan saya ucapkan terima kasih," ungkap salah seorang pekerja PT ISS, Kamis (28/1/2021).
Sementara itu salah seorang pengawas PT ISS untuk Parapat dan sekitarnya, Frinces mengatakan, nasib buruh yang dipekerjakan di PT ISS tergantung kontrak kerja, dan pada tanggal 31 Desember lalu semua sudah diputus kontrak.
"Jadi untuk Dinas Lingkuhan Hidup (DLH) Simalungun hanya 104 orang, di Parapat 55 orang dan Saribudolok 34 orang," katanya.
Dari amatan di layar informasi LPSE Jasa Tender pemkab Simalungun, tampak dari 10 yang ikut tender dalam jasa kebersihan itu, ada sejumlah uraian beberapa perusahaan yang ikut tender ternyata tidak hadir pada saat diundang untuk verifikasi, diantaranya PT Pinang Jaya Abadi, PT Bakri Karya Servisutama, PT Mega Karya Mulia, PT Dinar Mutiara Sakti, dan PT Baniara Novita.
Sementara pemenang tender adalah PT Mandakiro Wastiru Pratama dengan nilai penawaran terkoreksi Rp 5,079 miliar, mengalahkan tender PT ISS yang memberi tawaran akhir Rp 5,450 miliar.
Terkait kekalahan tender PT ISS untuk jasa kebersihan ini, pimpinan PT ISS untuk wilayah Kabupaten Simalungun, Rudi saat dikonfirmasi menyampaikan hal ini sudah menjadi keputusan lembaga dalam tender.
"Saat ini kita masih belum ada projek luar kota lagi Pak, sehingga pilihan kami berikan ke teman-teman kita yg eks ISS, hanya doa yang kami bisa sampaikan supaya kita semua tetap diberikan kesehatan dalam aktivitas sehari-hari," ujar Rudi.
Ternyata, sebelum hasil pemenang tender diumumkan, sejumlah pasukan kebersihan ISS ini tetap diperbantukan dengan memakai baju biasa untuk membantu tim kebersihan dari masing-masing Kecamatan tempat ISS bertugas. Namun, dengan kekalahan PT ISS dalam tender, dimana Pokjanya LPSE tender itu adalah Dedi Saragih, membuat nasib Buruh PT ISS ini tak jelas. [Fhr]



