telusur.co.id - Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga mengatakan peluang Andika Perkasa menjadi Capres pada 2024 tetap ada, asalkan dapat memenuhi tiga hal.
"Pertama, Andika dalam waktu dekat harus dapat meningkatkan elektabilitasnya. Hal itu diperlukan agar partai politik mau mengusungnya," ujar Jamiluddin, Sabtu.
Untuk meningkatkan elektabilitas, Andika dapat membuat gebrakan monumental. Misalnya dapat menyelesaikan konflik di Papua tanpa kekerasan. Bisa juga karena mampu meningkatkan moral prajurit seperti yang dilakukan M. Yusuf saat menjadi Panglima.
Dua, Andika masuk partai politik setelah pensiun dari TNI. Partai yang dipilih juga sebaiknya yang punya kursi cukup banyak di Senayan agar dapat mengusungnya menjadi Capres.
Tiga, Andika sejak sekarang rajin road show ke ormas dan partai politik. Road show ke ormas diperlukan untuk menyuarakan kekuaran dan kelayakannya menjadi capres. Sementara ke partai politik agar lebih terbuka menerimanya manakala dukungan ormas sangat kuat kepada Andika.
Andika memang tidak mudah untuk melakukan tiga hal tersebut dalam waktu relatif singkat. Apalagi masa baktinya sebagai Panglima TNI, bila tidak diperpanjang, hanyalah satu tahun. Dengan waktu sesingkat itu, tampaknya tak banyak yang bisa dilakukan Andika.
Karena itu, peluang Andika menjadi capres tampaknya relatif kecil. Peluangnya relatif terbuka bila Andika menjadi cawapres. Hal inipun bila elektabilitas Andika merangkak naik diantara 8 hingga 10 persen.
"Untuk mencapai elektabilitas setinggi itu juga bukan hal mudah bagi Andika. Sebab, hingga saat ini gebrakan Andika masih datar-datar saja," tandas Dekan FIKOM IISIP Jakarta 1996 - 1999. [ham]



