Pengamat: Target Demo Bukan UU KPK dan RKUHP, Tapi Penggulingan Jokowi - Telusur

Pengamat: Target Demo Bukan UU KPK dan RKUHP, Tapi Penggulingan Jokowi

Pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie

telusur.co.id -  Pengamat politik dari Indonesian Pubkic Institute (IPI) Jerry Massie menengarai, ada yang bermain dalam demonstrasi yang dilakukan oleh berbagai elemen belakangan ini. Dia mengatakan, pihak keamanan hingga saat ini sudah mengamankan ratusan orang pengunjuk rasa yang bukan mahasiswa. Bahkan anak di bawah umur pun dilibatkan dalam demonstrasi kali ini.

"Bisa jadi kalau curiga-mencurigai, tapi saat ini bukti yang akan menjawab," kata Jerry di Jakarta, Selasa (1/10/19).

Jerry melihat, ada konspirasi politik "tingkat dewa" yang bermain, gaya politik underground (politik bawah tanah) dan black politics atau politik undercover (politik penyamaran) sedang dipertontonkan. Menurutnya, mahasiswa memang dijadikan tumpuan seperti demonstrasi tahun 1998.

"Ini bukan demo (yang targetnya) terhadap UU KPK, RUU Pemasyarakatan, sampai RUU KHUP. Tapi ke arah penggulingan Presiden Jokowi," ungkapnya.

Dia menelisik, rentetan peristiwa dari penolakan RUU KUHP sampai pembakaran hutan sebagai bagian drama politik para kaum elitis. Selain itu, isu agama dan sosial diadu untuk kepentingan para pemburu kekuasaan dan pemburu rente.

"Tetap ada indikasi dan skema penggagalan pelantikan presiden tetap akan digulirkan. Dalam hal ini bisa saja ada pihak asing bermain tapi lebih bahaya pihak dalam itu sendiri," ungkapnya.

Menurutnya, hal ini sudah diatur rapih. Yang jadi pertanyaan, kata dia, siapa pendananya? Itulah yang perlu diselidiki dan dikejar polisi. Selain itu, ada politik "kompor" dimainkan untuk memanas-manasi publik.

"Ini sudah dirancang, lihat saja ditemukan sejumlah bom molotov dari oknum
dosen IPB, ini salah satu indikator membuat kerusuhan saat pelantikan," ungkapnya.

"Jadi demo ini bukan murni memperjuangkan aspirasi rakyat tapi sudah mengarah ke anarkisme," pungkasnya. [asp]


Laporan : Fahri Haidar
 


Tinggalkan Komentar