Pentingnya Kearifan Lokal Dapat Bertahan Terhadap Budaya Luar - Telusur

Pentingnya Kearifan Lokal Dapat Bertahan Terhadap Budaya Luar

Webinar Hukum Adat (FOTO : IST)

telusur.co.id - Universitas Bengkulu menggelar webinar dengan tema “Penyelesaian Sengketa Melalui Damai Adat”.

Webinar ini membuka wawasan bagi masyarakat Indonesia dalam hal peka terhadap Hukum Adat. 

Pembicara dalam acara tersebut antara lain Dr. St. Laksanto Utomo, S.H.,M.Hum., dari Ketua Asosiasi Pengajar Hukum Adat dan Andry Harijanto, S.H.,M.Si., dengan Moderator Dimas Dwi Arso, S.H., M.H.

Dalam pembahasannnya Dr. St. Laksanto Utomo, S.H.,M.Hum., mengangkat penyelesaian Konflik Berbasis Kearifan Lokal di Indonesia. Konflik Berbasis Kearifan lokal ini bersinggungan dengan Kondisi Indonesia berdasarkan beragam agama, beragam suku beragam budaya beragam istiadat dengan melingkupi potensi konflik. 

Dari Potensi Konflik ini membuka beberapa konflik yang berkembang menjadi Konflik Sosial, Konflik Budaya dan Konflik Multimedimensional dengan dibantu benturan kepentingan Individu maupun Kelompok.

Laks juga menjelaskan adanya kelebihan dari kearifan lokal sendiri dimana kearifan lokal dapat bertahan terhadap Budaya Luar, Berkemampuan mengakomodasi Budaya Luar ataupun mampu mengintegrasikan budaya luar dengan budaya adat sehingga mampu mengendalikan kearifan lokal untuk tetap terjaga. 

Kearifan Lokal sendiri terdapat pendekatan dari Asas Rukun, Asas Patut dan Asas Laras. dari Asas Ini terciptnya keserasian, kedamaian , keselarasan dan keseimbanagn dari Masyarakat adat dengan damai. Modal Sosial untuk menyelesaikan Konflik dari Adat sendiri adalah adanya keserasian, kedamaian, keselarasan dan keseimbangan yang tercurah dari rasa kebersamaan kepercayaan antar masyarakat adat maupun pendatang untuk menyelesaikan masalah yang ada di wilayah Adat.

Andy dari Universitas Bengkulu juga menyampaikan permasalahan dalam perda yang masih simpang siur denengan masalah yang ada di masyarakat adat dengan beberapa perkara dan kepentingan yang menghantui. Proses damai Adat Di pulau Enggano dibawakan oleh Andry Harijanto, S.H., M.Si

WEBINAR ini dihadiri oleh 500 peserta yang tersebar di seluruh indonesia.(fir


Tinggalkan Komentar