telusur.co.id -Pengamat komunikasi politik Silvanus Alvin menilai bahwa ada dampak positif dari keputusan PKS untuk menjadi oposisi tunggal, jika Gerindra berlabuh ke koalisi pemerintahan Jokowi jilid kedua.
Menurut Silvanus, dampak positifnya, PKS akan merasakan efek seperti PDIP saat menjadi oposisi dua periode pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Saya rasa parpol yang jadi oposisi nanti akan mendulang hasil pada 2024. Sama seperti PDIP yang pernah 2 periode atau 10 tahun di era SBY jadi oposisi. Setelah SBY turun, PDIP pun mendulang hasil dan keluar sebagai pemenang pemilu 2 kali berturut," ujar Alvin kepada wartawan, Selasa (8/10/19).
Alvin menilai, PKS memiliki potensi ke sana. Meskipun, memang untuk memenangkan Pileg 2024 tentu butuh tenaga lebih ekstra lagi.
"Karena pemilih PKS itu tidak terlalu inklusif, tentu berat. Tapi, saya yakin itu adalah strategi yang diambil oleh PKS. Ibarat ketapel, PKS takes one step back to move two steps forward," papar Alvin.
Bagi Alvin, peluang PKS untuk menjadi oposisi tunggal di rezim pemerintahan Jokowi sangatlah besar. Terlebih petinggi PKS tidak seperti Gerindra yang sudah melakukan komunikasi dengan Megawati Soekarnoputri.
"PKS saya rasa memang akan sendirian nantinya. Kita bisa bilang 75 persen dia oposisi tunggal karena belum ada pertemuan petinggi PKS dengan Megawati," tandas Alvin. [asp]
Laporan : Tio Pirnando



