telusur.co.id - Kabar duka datang dari Negeri Britania Raya. Ratu Elizabeth meninggal dunia di kediaman Balmoral, Skotlandia, Kamis (8/9/22) sore waktu.

Ratu Elizabeth meninggal pada usia 96 tahun setelah kondisi kesehatannya memburuk terutama sejak Kamis pagi.

“Sang Ratu meninggal dengan tenang di Balmoral sore ini,” bunyi pernyataan Istana Buckingham terkait meninggalnya Ratu Inggris itu, dikutip Pojoksatu.id dari BBC.com, Jumat (9/9) dini hari WIB.

“Raja dan Permaisuri akan tetap di Balmoral malam ini dan akan kembali ke London besok,” lanjut pernyataan tersebut.

Semua anak Ratu pergi ke Balmoral, dekat Aberdeen, setelah dokter menempatkan Ratu di bawah pengawasan medis.

Cucunya, Pangeran William, juga ada di sana, bersama saudaranya, Pangeran Harry, dalam perjalanan.

Disebutkan bahwa sebelum Ratu Elizatebh II meninggal, ia sempat mendapat perawatan medis secara intensif di Bamoral karena ‘masalah mobilitas episodik’ sejak akhir tahun lalu.

Sejak kondisi kesehatannya memburuk, pemimpin Kerjaan Inggris terlama itu diminta untuk mengurangi keterlibatannya dalam acara publik.

Demi mendapat perawatan intensif itu, Ratu Elizabeth ditempatkan di retret Balmoral yang terletak di Dataran Tinggi Skotlandia.

Kemarin, sang ratu telah menerima audiensi dari Perdana Menteri (PM) Inggris yang baru, Liz Truss.

Kedatangan Truss untuk beraudiensi dengan ratu di Balmoral sendiri bukanlah kejadian yang lazim terjadi. Biasanya, audiensi terjadi di Istana Buckingham dan bukan di luar lokasi itu.

Terakhir kali audiensi di luar Buckingham terjadi pada tahun 1952 di mana PM saat itu, Winston Churchill, bertemu ratu di Bandara Heathrow setelah kematian ayahnya, Raja George VI.

Dalam audensi dengan Sang Ratu, Truss mengatakan seluruh negeri sangat prihatin dengan berita kesehatan Ratu Elizabeth yang memburuk.

Ratu Elizabeth II, diketahui merupakan raja terlama di Inggris. Ia berkuasa selama 70 tahun. Sang Ratu naik takhta pada tahun 1952 dan menyaksikan perubahan sosial yang sangat besar.

Dengan kematiannya, putra sulungnya Charles, mantan Pangeran Wales, akan memimpin negara berkabung sebagai Raja baru dan kepala negara untuk 14 wilayah Persemakmuran.[]