telusur.co.id - Kurang tidur ternyata bukan hanya membuat tubuh terasa lemas dan sulit berkonsentrasi. Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa kebiasaan begadang secara berulang dapat mengganggu metabolisme tubuh, mengurangi aktivitas fisik, hingga meningkatkan risiko kenaikan berat badan.
Dilansir dari Psychology Today, Senin, tidur merupakan proses biologis penting yang berperan dalam mengatur hormon, metabolisme, pemulihan jaringan tubuh, serta tingkat energi seseorang untuk menjalani aktivitas keesokan harinya.
Salah satu penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cell mengungkap bahwa tidur memiliki kaitan erat dengan pelepasan hormon pertumbuhan (growth hormone). Dalam penelitian yang dilakukan pada tikus, para ilmuwan menemukan bahwa tidur membantu merangsang produksi hormon tersebut, yang berfungsi memperbaiki jaringan tubuh, menjaga kesehatan otot dan tulang, membantu metabolisme lemak, serta mengatur kadar gula darah.
Tak hanya itu, para peneliti juga menemukan adanya hubungan timbal balik antara hormon pertumbuhan dan otak. Setelah dilepaskan selama tidur, hormon tersebut memengaruhi area otak yang mengatur proses bangun, perhatian, dan tingkat kewaspadaan seseorang.
Dampak kurang tidur juga terlihat pada perubahan berat badan. Dalam penelitian lain yang melibatkan 95 orang dewasa, peserta yang mengurangi waktu tidur sekitar 80 menit setiap malam selama enam pekan mengalami kenaikan berat badan rata-rata sekitar 0,45 kilogram.
Menariknya, mereka juga tercatat menghabiskan waktu sekitar 17 menit lebih lama dalam kondisi tidak aktif setiap hari dibandingkan ketika memiliki durasi tidur yang cukup.
Para peneliti menjelaskan bahwa kurang tidur tidak hanya memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar, tetapi juga membuat tubuh lebih cepat lelah. Akibatnya, seseorang cenderung mengurangi aktivitas fisik sehingga jumlah kalori yang dibakar ikut menurun. Jika kondisi ini berlangsung dalam jangka panjang, risiko gangguan metabolik pun dapat meningkat.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa tidur yang lebih lama bukan berarti otomatis membuat berat badan turun. Berat badan dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari pola makan, aktivitas fisik, kondisi kesehatan, faktor genetik, hingga tingkat stres.
Karena itu, menjaga durasi dan kualitas tidur sebaiknya menjadi bagian dari gaya hidup sehat, bersama dengan konsumsi makanan bergizi seimbang dan olahraga secara rutin. Kombinasi ketiga faktor tersebut dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan metabolisme dan mengontrol berat badan.



