telusur.co.id - Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menanggapi pernyataan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi terkait paham radikalisme disebarkan oleh orang-orang yang good looking.
Sekretaris Jenderal PB HMI (MPO) Zunnur Roin mengatakan, Pemerintah seharusnya jangan terus-menerus meniupkan narasi radikalisme di negeri ini. Menurutnya, pernyataan Menag tersebut sudah jelas mendiskreditkan Umat Islam.
"Kinerja Menag harus tegas mengawal kerukunan umat beragama, jangan justru selalu bersikap dan berkomentar yang mendiskreditkan Islam maupun agama lain," kata Zunnur Roin di Jakarta, Selasa (8/9/20).
Zunnur menuturkan, Menag harus hati-hati terperangkap dalam gerakan Islamophobia. Baginya, hal tersebut sudah menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia yang faktanya sebagai salah satu Negara Islam terbesar di dunia.
"Fakta islam besar di Indonesia memang menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah dalam konteks hubungan negara-negara global. Maka penting bagi seluruh elemen bangsa termasuk Pemerintah sama-sama menolak dan hati-hati terhadap gerakan Islamphobia, yang secara akademik bisa dipertanggungjawabkan sebagai agenda Ekonomi-Politik Global yang rakus dan menindas" ujarnya
Dia menilai, ukuran radikalisme yang diidentikkan dengan Islam tidak jelas dan tidak berdasar.
"Framing radikalisme identik Islam itu telah berkembang dalam pembicaraan publik, dan ini pertanda sinyal Islamphobia sudah menyentuh banyak aspek bernegara kita," ujarnya. [Fhr]



