telusur.co.id - Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Kementerian Pertanian, Nasrullah mengatakan, sesuai mandat undang-undang Peternakan dan Kesehatan Hewan, pemerintah bertanggung jawab terhadap penyediaan benih dan bibit yang diperlukan oleh masyarakat.
Menurut Nasrullah, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perbibitan akan didorong agar mampu menghasilkan benih dan bibit sesuai target. Tujuannya untuk mendukung peningkatan populasi dan target penyediaan daging, susu dan telur, sebagai sumber protein yang diprediksi meningkat setiap tahunnya.
"Tentunya kami akan mendorong kinerja UPT binaan kami agar terus meningkat setiap tahunnya dalam menghasilkan bibit yang berkualitas," kata Nasrullah, Jumat (9/4/21).
Nasrullah memberikan contoh UPT yang berkontribusi positif dalam menghasilkan bibit berkualitas adalah Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Padang Mangatas.
BPTU-HPT Padang Mangatas telah membantu masyarakat dan pelaku usaha dalam mendukung peningkatan populasi dan produktivitas daging sapi nasional dengan menghasilkan bibit yang berkualitas.
"Sebagai salah satu UPT penghasil bibit sapi Nasional, BPTU-HPT Padang Mengatas berkontribusi penting dalam menghasilkan bibit berkualitas yang diperlukan oleh masyarakat dan pelaku usaha," tuturnya.
Selama 5 tahun terakhir BPTU-HPT Padang Mengatas telah menghasilkan produksi bibit sapi yang baik, dari betina maupun pejantan yang telah didistribusikan ke masyarakat peternak dan pemerintah daerah (Pemda).
Rinciannya, penjantan (sebagai bull) telah didistribusikan sebanyak 100 ekor ke beberapa wilayah. Seperti, Balai Inseminasi Buatan (Lembang dan Singosari) dan BIB Daerah yaitu Sumatera Utara, Ungaran, Lampung, Sulawesi Selatan, Bengkulu, Medan dan Sumatera Barat (sebagai penghasil semen beku).
"Sedangkan bibit sapi betina, utamanya didistribusikan ke provinsi yang berada di wilayah pulau Jawa dan Sumatera," imbuhnya.
Untuk itu, harus ada pengembangan dari Balai ini ke depannya. Misalnya, diharapkan bisa menjadi wadah untuk membina masyarakat, sekaligus meningkatkan pertumbuhan sosial dan ekonomi daerah. Selain sebagai pengembangan perbibitan sapi berbasis padang pengembalaan dengan dukungan teknologi dan sinergi dengan konsep Agro Edu Wisata.
Lebih lanjut, Nasrullah memaparkan, sejatinya tidak hanya BPTU-HPT Padang Mangatas yang berhasil berkontribusi positif. Ia menyebut ada 10 UPT lingkup Ditjen PKH yang berhasil menghasilkan benih dan bibit yang berkualitas.
Ada 3 UPT penghasil benih yang berkontribusi baik, yaitu semen beku dan Embrio (BBIB Singosari, BIB Lembang dan BET Cipelang). Kemudian, ada 7 UPT penghasil bibit, yaitu BBPTU-HPT Baturaden (bibit sapi dan kambing perah), BPTU-HPT Padang Mengatas (sapi), Indrapuri (sapi), Siborong-Borong (babi dan kerbau), Sembawa (sapi dan ayam), Pelaihari (itik, sapi, dan kambing), dan Denpasar (sapi bali).
Nasrullah menyampaikan, saat ini dari 10 UPT Perbibitan Ditjen PKH baru terwakili di Pulau Sumatera, Jawa, Bali-Nusra, dan Kalimantan. Hal ini membuat cakupan UPT terbatas dalam penyediaan kebutuhan bibit ternak, dan menciptakan kantong kantong sumber bibit baru pada lokasi potensi basis pengembangan sapi di wilayah Indonesia Timur.
"Untuk itu, kami berharap dapat membangun UPT perbibitan nasional di setiap Pulau utamanya di Daerah Indonesia Timur, seperti di Pulau Sulawesi dan Papua," ujar Nasrullah.
Ia berharap, dengan terbentuknya UPT perbibitan di wilayah tersebut, penyediaan bibit sapi dapat berkelanjutan dan pengembangan sapi di wilayah Indonesia Timur bisa berkembang dengan baik. Karena, wilayah Indonesia Timur memiliki potensi lahan dan pakan yang sangat baik.[Fhr]



