telusur.co.id - Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (LBP), bersama rombongan, meninjau progres sejumlah proyek pembangunan dikawasan kota Wisata Danau Toba Parapat, Sumatera Utara, Jumat (12/2/21).
Adapun yang ditinjau Luhut ialah Bangunan Sanggar Seni Dolok Sipiak dan Rumah Pengasingan Bung Karno.
Kemudian, dia bertolak ke Kabupaten Samosir untuk meninjau berbagai progres pembangunan.
Kehadiran Luhut Sumut tersebut tidak bisa diwawancara oleh para wartawan. Salah seorang yang mengaku Assiten Deputi Menkomarvest tidak mengizinkan media untuk meliput kegiatan dan menyampaikan bahwa kunjungan Luhut hanya untuk yang berkepentingan saja.
"Secara umumkan sudah dilihat, mengunjungi ini dan itu," ujar Asisten Deputi Menkomarvest dengan nada Sombong.
Padahal, sebagian wartawan mau menanyakan terkait pembangunan. Apalagi bentuk pembangunan yang bakal digelontorkan ke Danau Toba.
Lalu, mubazirnya Kapal Fery Buatan Pemerintah melalui Anggaran Kemenhub seperti Fery Pora Pora, Fery Ihan Batak, Fery Caldera, yang telah mrnghabiskan anggaran megara. Sementara kapal pengusaha lokal minim perhatian apalagi dizaman pandemi Covid-19 sekarang ini.
Belum lagi terkait pembangunan Kaldera yang di Sibisa dengan keseriusan para Investor yang patut dipertanyakan. Sebab sampai saat ini masih tampak "Malu-malu kucing", tapi semua rencana pertanyaa itu kandas, karena LBP tak bisa di wawancarai.
Laporan: Jesron Sihotang



