telusur.co.id - Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon mengkritik kebijakan pemerintah yang tidak adil dalam menerapkan kebijakan larangan mudik untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona di Indonesia.
Rakyat Indonesia yang ingin melakukan mudik ke kampung halaman dilarang dengan berbagai halangan dan rintangan mulai dari penyekatan hingga ancaman pidana kurungan.
"Kegiatan mudik yang sudah jadi tradisi puluhan tahun dilarang, bahkan disekat dengan aparat di beberapa tempat berlaras panjang," ujar Fadli dalam keterangan tertulisnya.
Tapi anehnya, larangan bepergian mudik hanya berlaku untuk rakyat Indonesia, sedangkan Tenaga Kerja Asing (TKA) bebas keluar masuk Indonesia. Padahal, dari beberapa TKA positif Corona. "TKA Cina yang mau kerja terus melenggang. Siapa tuan rumah di negeri ini?" sindirnya.
Seperti diketahui, sejak larangan mudik diberlakukan, aparat telah memutarbalikan ribuan kendaraan. Diwaktu bersamaan ratusan TKA China masuk ke Indonesia melalui bandara Soekarno Hatta. [ham]



