Waw! Dirut Pertamina Nicke Widyawati Dinobatkan Jadi Wanita Paling Berpengaruh di Dunia - Telusur

Waw! Dirut Pertamina Nicke Widyawati Dinobatkan Jadi Wanita Paling Berpengaruh di Dunia

Dirut Pertamina, Nicke Widyawati. Foto: Instagram/@nicke_widyawati

telusur.co.id – Nama Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, menempati peringkat 17 dari 100 perempuan berpengaruh di dunia atau Most Powerful Women International 2021, versi Majalah Fortune.

"Pengakuan ini merupakan bukti nyata besarnya kepercayaan internasional terhadap Pertamina yang terus bergerak mengantisipasi transisi energi," kata Nicke dalam keterangannya, Selasa (12/10/21).

Wanita kelahiran Tasikmalaya, 25 Desember 1967 ini merupakan lulusan sarjana Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Teknik Industri tahun 1991 dan magister di Universitas Padjadjaran jurusan Hukum Bisnis tahun 2009. 

Nicke menjabat sebagai Direktur Utama Pertamina berdasarkan SK Menteri BUMN nomor SK-97/MBU/04/2018, tanggal 20 April 2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Perseroan PT Pertamina. 

Nicke juga sempat menjabat sebagai Direktur SDM Pertamina pada 2017, tak lama kemudian memegang posisi Plt Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur Pertamina pada 2018.

Saat ini, Nicke terpilih bersama sejumlah CEO global, di antaranya CEO GlaxoSmithKline Emma Walmsley peringkat pertama, CEO Ping An Group Jessica Tan peringkat kedua, CEO Banco Santander Ana Botin peringkat ketiga, dan CEO Macquarie Group Ltd Shemara R Wikramanayake peringkat keempat.

Majalah Fortune Internasional mengakui prestasi Nicke Widyawati sebagai pimpinan tertinggi perusahaan energi di Indonesia yang telah terbukti kemampuannya melewati tantangan triple shock, yakni jatuhnya harga minyak, penurunan permintaan bahan bakar, dan tekanan nilai tukar yang dialami Pertamina selama pandemi tahun 2020.

Fortune menilai, ketiga faktor tersebut sudah menurunkan pendapatan dan laba Pertamina. Namun, pada paruh pertama 2021, di bawah kepemimpinan Nicke, Pertamina menunjukkan kondisi lebih baik dengan mencapai target produksi minyak dan gas bumi.

Majalah prestisius di tingkat global ini juga mengakui Nicke terus mendukung transisi energi Indonesia untuk memberikan energi bersih bagi Indonesia di masa depan. 

Menurut Nicke, posisi Pertamina sebagai perusahaan yang termasuk kategori Medium dalam implementasi ESG juga disandang oleh perusahaan global Repsol, ENI, PTT Public Co, dan TotalEnergies. Posisi tersebut berada di atas Royal Ducth Shell, BP, Exxon Mobil yang masih terkategori High Risk dan Chevron, Petrobras dan Petronas yang dinilai masuk kategori Severe Risk.

Peringkat tersebut meningkat dengan adanya langkah-langkah terencana Pertamina dalam aksi penyelamatan iklim dan transisi energi menuju net zero. Yakni dekarbonisasi operasional, bentuk portofolio untuk investasi pertumbuhan hijau, serta percepatan inovasi dan pertumbuhan hijau.

"Bersama seluruh manajemen dan pekerja Pertamina, saya akan memastikan seluruh inisiatif strategis untuk mewujudkan green transition terus berlanjut dan mampu mencapai target pengurangan emisi gas rumah kaca antara 29 – 41 persen pada tahun 2030,” pungkasnya.[Tp]

Laporan: Audi Raihanah


Tinggalkan Komentar