telusur.co.id - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) khawatir Indonesia tak bisa mendeteksi virus corona. Karena, beberapa negara tetangga Indonesia, seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Vietnam, Kamboja dan Australia telah mengkonfirmasi telah terjangkit virus tersebut.
Sedangkan Indonesia dengan jumlah penduduk 270 juta jiwa belum melaporkan satu kasus pun yang menimbulkan kekhawatiran beberapa orang dan itu mungkin karena tidak terdeteksi.
Perwakilan WHO di Indonesia, Navaratnasamy Paranietharan mengatakan pemerintah Indonesia telah mengambil langkah konkret untuk mengatasi masuknya virus corona. Akan tetapi masih banyak yang bisa dilakukan.
"Indonesia telah menyiapkan fasilitas yang ditugaskan untuk merawat pasien yang terinfeksi dan mulai menskrining setiap orang yang masuk ke Indonesia tetapi metode diagnostik masih lemah," kata Navaratnasamy, Senin (10/2/20).
"Masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan di bidang pengawasan dan persiapan fasilitas kesehatan yang memadai untuk dapat mendeteksi virus tersebut,” tambahnya.
Dikutip dari The Sydney Morning Herald pada Jumat pekan lalu, koran berbasis di Australia itu dan The Age mengungkapkan bahwa Indonesia belum menerima alat tes khusus yang diperlukan untuk mendeteksi kasus positif virus corona.
Indonesia disebut hanya mengandalkan alat tes pan-coronavirus yang secara positif bisa mengidentifikasi semua jenis virus dari keluarga corona, termasuk flu biasa, SARS, dan MERS pada seseorang.
Dengan alat tersebut, petugas medis memerlukan waktu hingga lima hari untuk mengurutkan gen demi bisa memastikan apakah seseorang benar-benar positif virus corona nCoV atau tidak.
Selain itu, kekhawatiran juga muncul setelah seorang warga Australia yang tinggal di Bali, Matthew Hale, khawatir dirinya terpapar virus corona. Hale mengkritik penanganan dan perawatan termasuk uji lab yang ia terima dari rumah sakit di Bali.
Sejak itu, kekhawatiran atas kemungkinan kasus virus corona yang tidak terdeteksi di Indonesia semakin tinggi.
Seorang ahli virus dari Universitas Queensland, Profesor Ian Mackay mengatakan jika kasus virus corona tidak ditemukan maka ada risiko infeksi lebih lanjut atau kemunculan wabah baru. Mackay berharap bahwa orang-orang akan cepat melaporkan jika mereka sakit kepada dokter dan rumah sakit meski itu nampak belum terlalu serius.
Menurutnya, para ilmuwan tidak begitu percaya bahwa penyakit ini menular melalui udara.
"Jadi tidak terlalu mudah untuk mengatakan bahwa Anda harus bertatap muka langsung dengan seseorang demi menularkan virus ini," kata Mackay seperti dilansir The Guardian.[Fhr]



