telusur.co.id - Mantan Ketua Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP), Yudi Latif mengatakan, keberhasilan sejumlah negara dalam mengatasi krisis Covid-19 karena memiliki ketahanan budaya yang kuat, seperti Taiwan, Korea Selatan, dan Jepang.
"Meskipun virusnya sama, tapi dampaknya ke berbagai negara itu beda-beda. Ada negara yang parah banget, ada negara yang cepat recovery," kata Yudi dalam Webinar bertajuk "Pandemi Covid-19 dalam Perspektif Agama dan Kebudayaan", Selasa (7/7/20) malam.
"Apa yang membedakan? Coba perhatikan, jarak dari Wuhan (Chna) itu ke negara-negara Asia Timur begitu dekat, Taiwan survive cepat. Korea pulih cepat, Jepang punya kemampuan begitu cepat," sambungnya.
Yudi menjelaskan, dengan jarak ribuan mil dari Wuhan ke Benua Amerika menyebabkan AS tidak bisa segera keluar dari krisis akibat pandemi ini.
Imbasnya, negara yang dipimpin Donald Trump itu sampai terseok-seok melawan pandemi Covid-19 hingga saat ini dan belum ada indikasi negara adikuasa tersebut keluar dari krisis. Padahal pemerintah AS sudah melakukan banyak hal untuk keluar dari krisis.
Hal ini sangat berbeda dengan negara-negara yang punya ketahanan budaya dalam hal ini national identity akurat. Misalnya, Jepang, Korsel, Taiwan, Vietnam, Selandia Baru, Jerman. "Negara-negara dengan national identity-nya yang kuat itu mampu mengatasi ancaman krisis secara lebih efektif," katanya.
Yudi mengungkapkan, psikolog sudah mengatakan bahwa setiap orang berbeda-beda kemampuannya menghadapi krisis, demikian pula negara.
"Jadi, kemampuan orang punya moral perfect, kepercayaan diri, punya ketahanan dalam pressure, kemudian tidak cepat patah. Itu ego-strength yang memengaruhi orang dalam menghadapi krisis. Ego-strength dalam kedirian kolektif harus bergerak dengan national identity," sebut Yudi.
Untuk menghadapi krisis, kata dia, perlu dibangun identitas nasional yang menjadi menjadi kebanggaan bersama sehingga negara-negara tersebut, termasuk Indonesia dapat melewati berbagai macam tantangan.
"Jadi, negara-negara national dignity, kebanggaan nasional yang kuat itu biasanya jauh lebih memiliki ketahanan menghadapi berbagai cobaan. Kita lihat misalnya Jepang dan Jerman sudah berkali-kali jatuh, berkali-kali dia dihadapi krisis, tapi selalu dia bisa bangkit cepat dan memimpin dunia," tukasnya.[Fhr]



