telusur.co.id — Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai mengubah industri perfilman Hollywood. Namun, bagi Tom Cruise, secanggih apa pun teknologi berkembang, sentuhan manusia dalam sebuah film tetap memiliki tempat yang tidak tergantikan.
Aktor 64 tahun itu menyampaikan pandangannya mengenai masa depan AI di industri film saat menghadiri acara BAFTA Life in Pictures di London. Dalam kesempatan tersebut, Cruise berbicara mengenai perjalanan panjang kariernya sekaligus perubahan besar yang tengah dihadapi dunia perfilman.
Ketika ditanya mengenai penggunaan AI dalam proses produksi film, Cruise mengakui bahwa teknologi tersebut akan semakin berkembang dan menjadi bagian dari industri Hollywood.
Namun, ia mengingatkan bahwa teknologi tidak boleh menghilangkan kreativitas manusia.
“Tidak ada yang seperti manusia. Para kreator harus terus menciptakan. Teknologi itu akan datang dan akan terjadi. Tetapi orang-orang ingin melihat sesuatu yang nyata,” ujar Cruise dalam percakapannya dengan moderator BAFTA, Edith Bowman, seperti dikutip Variety.
Pernyataan tersebut langsung mendapat sambutan dari penonton yang hadir.
Bagi Cruise, kehadiran AI bukan alasan bagi manusia untuk berhenti berkarya. Justru, kreativitas, emosi, dan pengalaman manusia menjadi elemen yang membuat sebuah film mampu terhubung dengan penonton.
Tom Cruise Ingin Bioskop Tetap Hidup
Tak hanya membahas AI, Cruise juga menyinggung masa depan pengalaman menonton film di bioskop di tengah semakin kuatnya dominasi layanan streaming.
Bintang Mission: Impossible itu mengatakan dirinya ingin pengalaman menonton di layar lebar tetap dipertahankan. Menurutnya, bioskop bukan sekadar tempat untuk melihat film, tetapi juga ruang bagi orang-orang untuk berkumpul dan menikmati cerita bersama.
Cruise menegaskan dirinya tidak memiliki masalah dengan platform streaming. Namun, menurutnya, pengalaman menyaksikan film di bioskop menawarkan sesuatu yang berbeda.
Ia percaya masyarakat masih menikmati suasana ketika pergi ke bioskop, duduk bersama penonton lain, dan merasakan emosi sebuah film secara kolektif.
“Saya selalu percaya pada kemanusiaan,” kata Cruise.
Setelah Mission: Impossible, Cruise Siapkan Film Baru
Setelah mengakhiri perjalanan panjangnya bersama waralaba Mission: Impossible, Cruise kini bersiap menghadapi tantangan baru melalui film Digger garapan sutradara Alejandro G. Iñárritu.
Film tersebut mengisahkan seorang pria berkuasa yang menjalankan misi penuh keputusasaan demi menyelamatkan umat manusia. Tindakan yang dilakukannya justru memicu ancaman besar sehingga ia harus mencari cara untuk menghentikan bencana sebelum semuanya terlambat.
Cruise akan beradu akting dengan sejumlah nama besar, termasuk Riz Ahmed, John Goodman, Sandra Hüller, Michael Stuhlbarg, dan Jesse Plemons.
Digger dijadwalkan tayang di bioskop pada 2 Oktober.
Di tengah revolusi AI yang semakin cepat, Cruise tampaknya masih ingin mempertahankan satu hal yang menurutnya paling penting dalam sinema: manusia yang menciptakan cerita dan manusia yang merasakan ceritanya.