Aktor Reza Rahadian menyampaikan bahwa suara generasi muda berperan penting dalam mengingatkan para pemegang kekuasaan tentang hal-hal yang perlu diperbaiki.
Hal itu dia sampaikan dalam jumpa pers film Laut Bercerita di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2026).
“Problemnya kan adalah ketika suara-suara anak-anak muda itu dianggap sesuatu yang noise, yang kayaknya perlu diredam,” kata Reza.
Reza menambahkan, anak muda seharusnya memperoleh ruang yang luas untuk menyampaikan aspirasi, bukan justru dibungkam. Mereka, kata dia, menyuarakan persoalan yang perlu mendapat perhatian dan dikritisi.
“Bagi saya, justru harusnya mungkin mereka-mereka yang punya kemampuan mengambil keputusan, duduk di kursi-kursi kepemimpinan, itu justru membuka ruang ini selebar-lebarnya,” ujar pemain film Laut Bercerita tersebut.
Menurut dia, keberanian generasi muda untuk bersuara tetap dibutuhkan kapan pun.
Reza menyampaikan rasa terima kasih kepada anak-anak muda, termasuk aktivis pergerakan yang aktif menyampaikan pandangan melalui media sosial, karena berani memperjuangkan hal-hal yang mereka yakini.
“Saya rasa mungkin bukan pesan, tapi rasa terima kasih kalian. Rasa terima kasih bahwa teman-teman muda yang ada tadi juga berani kemudian yakin atas apa yang disuarakan karena tentu sampai kapan pun kita akan selalu membutuhkan itu,” ucap dia.
Bagi Reza, relevansi perjuangan anak muda tidak terbatas pada satu periode sejarah atau persoalan di suatu negara. Dia melihat semangat memperjuangkan hak-hak dasar juga hadir dalam berbagai gerakan generasi muda di belahan dunia lain.
Dia mencontohkan perjuangan untuk memperoleh pendidikan dan kehidupan yang layak.
Meski kondisi setiap negara tidak sepenuhnya sama, menurut dia, gejolak sosial yang terjadi di berbagai belahan dunia memperlihatkan bahwa persoalan tentang hak dan keadilan masih menjadi perhatian bersama.
Reza mengungkapkan, sifat universal itulah yang ia rasakan ketika menonton Laut Bercerita untuk pertama kalinya di Busan, Korea Selatan, beberapa waktu lalu.
Dia bertemu sejumlah penonton, termasuk mahasiswa asal Filipina dan seseorang dari negara bekas Yugoslavia, yang merasa dapat memahami cerita film tersebut meski latar peristiwa di negara mereka berbeda.
“Ada beberapa mahasiswa yang dari Filipina, kemudian saya ketemu seseorang dari dulu negara bekas Yugoslavia. Dan bercerita bahwa saya sangat bisa relate dengan film ini walaupun peristiwanya berbeda,” papar Reza.
Lebih jauh dia menegaskan, suara anak muda memiliki fungsi penting untuk mengingatkan masyarakat dan para pemimpin bahwa tidak semua hal berjalan sebagaimana mestinya.
Suara itu diperlukan untuk menunjukkan persoalan yang belum selesai, mengajukan kritik, dan mendorong perbaikan.
“Karena ya di situlah fungsi anak-anak muda dan suara mereka untuk mengingatkan bahwa ada yang enggak baik-baik saja. Ada yang perlu dikritisi, ada yang perlu diperbaiki,” pungkas Reza.
Film Laut Bercerita mengangkat kisah kehilangan, daya tahan, dan harapan dengan latar Yogyakarta pada akhir 1990-an.
Ceritanya mengikuti Biru Laut, mahasiswa yang bergabung dengan kelompok studi Winatra bersama Daniel, Alex, Sunu, dan kawan-kawannya untuk memperjuangkan kebebasan berekspresi.
Ketegangan meningkat setelah tiga mahasiswa ditangkap karena menyebarkan buku terlarang.
Perjuangan Laut dan kawan-kawannya kemudian berujung pada hilangnya sejumlah mahasiswa tanpa kabar. Keluarga dan sahabat mereka pun menjalani pencarian panjang untuk menemukan jawaban.
Film yang disutradarai Yosep Anggi Noen ini ditulis oleh Leila S. Chudori dan Yosep Anggi Noen. Gita Fara, Budi Setyarso, dan Leila S. Chudori bertindak sebagai produser.
Selain Reza Rahadian sebagai Biru Laut, film ini dibintangi Eva Celia, Dian Sastrowardoyo, Yunita Siregar, Christine Hakim, Arswendy Beningswara, dan Kevin Julio. Laut Bercerita dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 29 Oktober 2026.
Editor: Risyad.