telusur.co.id - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menyebut minuman keras dan sejumlah barang mewah yang ditemukan di Lapas Cibinong bukan milik petugas, melainkan milik warga binaan atas nama Jimmy Masrin.
Inspektur Jenderal Kemenimipas, Rudi Setiawan mengatakan, hasil investigasi internal memastikan barang-barang tersebut berada di rumah yang ditempati Jimmy Masrin, termasuk sosok yang terlihat dalam rekaman kamera.
"Kita berpindah ke fasilitas mewah yang ditemukan. Ini ramai diperbincangkan masalah minuman keras. Hasil dari investigasi kami bahwa barang tersebut bukanlah milik sebagaimana yang disebutkan Kasikamtib atas nama Adi Nugroho Wicaksono, melainkan milik warga binaan yang menempati rumah tersebut, atas nama Jimmy Masrin," ujar Rudi dalam konferensi pers, Senin (5/10/2026).
Rudi menegaskan barang-barang mewah lainnya juga diadakan oleh warga binaan sendiri. Saat Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto melakukan sidak, barang-barang tersebut sudah tidak ada di lokasi.
"Jadi pada tanggal 23 malam, barang-barang itu dipindahkan. Sebagian ada yang kita berhasil temukan dan sebagian lagi ada yang sudah dibawa keluar, dan kita temukan di bekas kandang sapi tersebut," katanya.
Karena bukan barang tercatat milik negara, barang-barang tersebut dihancurkan pada Kamis lalu agar tidak dapat digunakan kembali. Hal yang sama berlaku untuk bangunan-bangunan yang dibangun tanpa menggunakan uang negara.
Selain rumah Jimmy Masrin, Kemenimipas juga menemukan guest house yang awalnya merupakan kantor gudang, kantor sarana asimilasi dan edukasi yang kemudian diubah fungsi. Sumber dananya juga berasal dari warga binaan dan digunakan untuk menerima kunjungan.
Temuan lain adalah tiga kontainer yang tercatat sebagai Barang Milik Negara (BMN), namun isinya diadakan oleh warga binaan. Salah satu kontainer ditempati warga binaan Indra Kesuma alias Indra Kenz.
"Kontainer ini semua terdaftar, tercatat di Barang Milik Negara, tetapi isinya diadakan oleh warga binaan. Salah satunya adalah Indra Kenz. Dan WBP-nya sudah kami rekomendasikan kepada Dirjen Pas untuk ditarik kembali," ujar Rudi.
Kemenimipas juga mengklarifikasi temuan simulator golf. Saat Ombudsman datang, fasilitas tersebut belum berbentuk simulator golf dan baru akan dibangun berdasarkan keterangan pekerja. Saat Menteri datang, bekas-bekas pembangunannya sudah dibersihkan. Sumber dananya juga dari warga binaan.
Hal serupa terjadi pada fitness center yang dibangun dari dana warga binaan dan digunakan oleh warga binaan serta sesekali oleh pegawai.
"Fitness center ini sama, bersumber dari warga binaan dan digunakan ya oleh warga binaan dan sekali-sekali digunakan oleh pegawai. Ya, karena ini cukup bagus," kata Rudi.
Terkait keberadaan mobil-mobil di dalam lapas, Rudi membenarkan itu milik pengunjung yang akan bertemu warga binaan, salah satunya tamu dari warga binaan bernama Heru yang berada di sebelah rumah Jimmy Masrin.
Sementara isu kolam renang di lingkungan lapas dibantah. Rudi memastikan tidak ada kolam renang.
"Tidak ada kolam renang di lingkungan tersebut. Yang ada di biru-biru itu dekat kandang sapi, itu buat kotoran sapi waktu itu. Kemungkinan ini salah melihat saja," pungkasnya.[Nug]