Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia hadir sebagai Tamu Kehormatan (Guest of Honor) sekaligus memberikan sambutan pembuka pada perhelatan Morocco Cultural Week 2026 yang berlangsung di Senayan Park, Jakarta, Sabtu (31/10).
Dalam sambutannya atas nama Kementerian Kebudayaan RI, Sekretaris Jenderal menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kedutaan Besar Kerajaan Maroko dan seluruh pihak yang terlibat atas terselenggaranya ajang promosi kebudayaan ini. Beliau menekankan bahwa Indonesia dan Maroko memiliki jejak sejarah panjang yang saling terhubung melalui pertukaran intelektual Islam, penghormatan bersama, serta keanekaragaman budaya.
"Kebudayaan memiliki kemampuan luar biasa untuk mendekatkan hubungan antarbangsa. Melalui kerajinan tradisional, seni, musik, dan ragam ekspresi budaya, Morocco Cultural Week memberikan kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk meresapi kekayaan warisan Maroko. Kebudayaan bukan hanya tentang melestarikan masa lalu, melainkan juga menciptakan koneksi baru, mendorong kreativitas, serta membuka peluang kerja sama di masa depan," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan.
Beliau menambahkan bahwa diplomasi kebudayaan paling bermakna ketika mampu menciptakan ikatan yang berkelanjutan antar-masyarakat (people-to-people connection), melampaui seremoni dan perjanjian formal.
Turut hadir dalam acara pembukaan ini, yakni Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A., Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia, H.E. Mr. Redouane Houssaini, serta Director General Maison de l’Artisan, Mr. Tarik Sadik.
Melalui penyelenggaraan Morocco Cultural Week 2026, diharapkan kolaborasi dan pertukaran budaya antara kedua negara dapat semakin erat, khususnya di kalangan seniman, perajin, lembaga kebudayaan, serta generasi muda.