JAKARTA - Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo (GCP), H. Kurniawan, menepis keras isu yang menyebut hubungan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tengah renggang.
Menurut Kurniawan, tidak ada persoalan antara Prabowo dan Jokowi. Kesan adanya jarak atau sikap cuek yang muncul di ruang publik, termasuk ketika keduanya berada di stadion menyaksikan pertandingan sepak bola, dinilainya sebagai framing yang sengaja dibangun oleh netizen.
“Bagaimana kalau di dalam stadion itu, Pak Prabowo ngobrol dengan Jokowi, sedangkan ini kan masalah yang dibahas masalah sepak bola. Jadi netizenlah yang memframing seolah-olah Prabowo dengan Jokowi sedang ada masalah,” ujar H. Kurniawan.
Ia menilai sangat tidak tepat jika interaksi kedua tokoh tersebut di stadion langsung ditarik menjadi kesimpulan mengenai hubungan politik mereka.
Kurniawan menjelaskan, saat pertandingan berlangsung, perhatian Prabowo memang tertuju pada jalannya pertandingan. Sementara ketika membahas persoalan sepak bola, menurutnya wajar jika Prabowo lebih banyak berkomunikasi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir yang dinilai lebih memahami persoalan sepak bola.
“Jadi kalaupun terkesan ada jarak antara Prabowo dan Jokowi, itu tidak benar. Karena Pak Prabowo masih fokus menyaksikan sepak bola dan pasti akan berbicara dengan orang yang ngerti sepak bola,” tegasnya.
Kurniawan bahkan memastikan hubungan Prabowo dan Jokowi tidak sebagaimana narasi yang beredar di media sosial.
“Saya pastikan Prabowo dan Jokowi baik-baik saja. Kalaupun ada masalah, itu netizen yang framingnya,” katanya.
Ia meminta publik tidak mudah terprovokasi oleh potongan gambar, video, maupun momen singkat yang kemudian ditafsirkan sebagai tanda keretakan hubungan dua tokoh tersebut.
Menurutnya, relawan GCP tetap solid dan akan terus memberikan dukungan terhadap Presiden Prabowo serta menghormati setiap keputusan politik yang diambilnya.
Soal Gibran, GCP Tegaskan Tak Campuri MK
Sementara terkait isu yang menyangkut Gibran Rakabuming Raka, H. Kurniawan menegaskan bahwa persoalan tersebut merupakan ranah hukum yang harus diselesaikan melalui mekanisme konstitusional.
Ia menolak adanya anggapan bahwa Presiden Prabowo maupun pihak relawan akan melakukan intervensi terhadap proses yang berjalan di Mahkamah Konstitusi (MK).
“Kami, apalagi Bapak Presiden, tidak akan mencampuri tentang masalah MK dan lain-lain. Semua diserahkan ke Majelis Hakim. Apapun putusannya, tentu kami akan menghormatinya,” ujar Kurniawan.
Ia menegaskan, proses hukum harus dihormati dan seluruh pihak harus memberikan ruang kepada lembaga peradilan untuk menjalankan kewenangannya secara independen.
Dengan demikian, GCP memastikan dukungannya kepada Prabowo tetap berjalan, sembari menepis berbagai spekulasi mengenai keretakan hubungan Prabowo-Jokowi yang berkembang di media sosial.
Bagi Kurniawan, publik sebaiknya tidak menjadikan satu momen atau gestur singkat sebagai dasar untuk menyimpulkan adanya konflik di antara kedua tokoh tersebut.(fie)