Tudingan Ada Penumpang Gelap Dorongan Hak Angket, Ray Bilang Ada Kepanikan Di Lingkungan Jokowi

by Firardi |
Tudingan Ada Penumpang Gelap Dorongan Hak Angket,  Ray Bilang Ada Kepanikan Di Lingkungan Jokowi
Pengamat Politik Ray Rangkuti (Foto : IST)

JAKARTA - Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut ada operasi politik dan "penumpang gelap" yang menunggangi kembali polemik ijazah serta wacana hak angket DPR terkait Gibran Rakabuming Raka.

Menanggapi hal itu, pengamat politik, yang sekaligus pendorong hak angket, Ray Rangkuti menyebut, tidak terlalu heran dan merasa terkejut dengan pernyataan Pak Jokowi tersebut.

"Kenapa saya tidak terkejut dan tidak merasa heran karena pertama, ini sudah biasa dilakukan oleh Pak Jokowi dan sampai sejauh ini kita belum pernah mendapatkan kejelasan siapa aktor dan siapa penunggang gelap yang dimaksudkan oleh Pak Jokowi. Saya kira sejak 3 tahun yang lalu sudah sering diungkapkan oleh Pak Jokowi hal yang seperti ini," ujar Ray kepada media, Minggu (17/10/2026).

Ray mengira sikap Jokowi menunjukkan bahwa, ada kepanikan di lingkungan Jokowi terkait dengan perkembangan ijazah ini, khususnya dorongan supaya dilakukan hak angket yang hari demi hari makin besar.

"Dan seperti biasa kalau bapak Jokowi akan menyampaikan pernyataan yang seperti ini, dan kalau dahulu biasanya akan ada laporan-laporan kepolisian. Itu udah pola yang terlihat ya sejak Pak Jokowi berkuasa," paparnya.

Tudingan Jokowi terkait penumpang gelap sambung Ray, harus dibuktikan. Pasalnya, pendorong hak angket mempunyai latarbelakang yang jelas.

"Oleh karena itu kalau disebut bahwa ada aktor dan seterusnya, tinggal dicari-cari oleh pihak Pak Jokowi khususnya siapa aktornya. Dan kalau bisa diungkapkan kepada publik. Orang (pendorong hak angket) sangat mudah dicari riwayat hidupnya. Kalau disebut ada aktor, ada penumpang silakan saja dicari dan disampaikan siapa aktor. Justru sebetulnya yang gelap ini adalah ijazah saudara Gibran," ungkapnya.

Ray memastikan, justru hak angket upaya untuk memulihkan nama baik Jokowi, jika memang ijazah yang dimaksudkan itu ada.

"Jadi ijazah yang dalam hal ini tentu saja ijazah yang berhubungan dengan SMA dan sederajat atau surat keterangan yang menjelaskan bahwa ijazahnya sederajat dengan SMA. Itu yang kita maksud Jadi bukan ijazah SMP atau ijazah S1 karena itu bukan uji batu atau batu uji persyaratan pencalonan calon presiden wakil presiden di Pilpres yang kemarin," tegasnya.

Pendorong hak angket kata Ray menawarkan forum resmi berupa hak angket supaya Jokowi bisa memperlihatkan khususnya ijazah Gibran, sehingga dengan begitu nama Jokowi dan keluarga dapat dipulihkan.

"Pak Jokowi mendorong ya supaya DPR mengajukan hak angket dengan cara begitu ya Pak Jokowi dapat menunjukkan kebenaran ijazah yang sedang yang dipegang oleh Gibran khususnya tentu dalam hal ini adalah ijazah atau ijazah yang sederajat dengan SMA Karena itulah yang sebetulnya yang jadi bahan persoalannya," pungkasnya.(fie)

Komentar

Berita Terkait