Laga klasik antara PSMS Medan kontra Persija Jakarta dipastikan menjadi laga pembuka League Cup 2026/2027. Duel tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Internasional Sumatra Utara, Deli Serdang, Selasa, 3 November 2026.
Kehadiran League Cup musim ini menjadi kompetisi pendamping ajang Super League 2026/2027. Turnamen piala domestik ini kembali digulirkan setelah sempat mengalami masa vakum sejak tahun 2019.
Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menyatakan bahwa persiapan League Cup sudah memasuki tahap akhir menjelang laga perdana.
"Insyaallah pada 3 November 2026 kita akan kick-off untuk League Cup 2026/2027,” ujar Asep usai menghadiri konferensi pers Media Cup 2026 di GBK Arena, Jakarta Pusat, Selasa (27/10/2026).
Menurut Asep, pihak operator telah melakukan serangkaian langkah persiapan, termasuk mengadakan pertemuan dengan jajaran klub peserta. Pembahasan dalam pertemuan tersebut berfokus pada format kompetisi dan mekanisme teknis pelaksanaan turnamen.
Ia menilai seluruh persiapan berjalan sesuai target. Kendati demikian, Asep tidak menampik bahwa penyusunan jadwal menjadi tantangan tersendiri karena League Cup bergulir berbarengan dengan kompetisi liga reguler.
"Kalau bicara persiapan, tentu planning awal sebelum kompetisi, kita sudah ada club meeting, sudah ada juga persiapan kaitan dengan format dan juga bagaimana mekanisme dari semua tim yang terlibat, Saya pikir sudah on track, kita bersiap saja. Termasuk juga soal jadwal, ya, kita tahu, tentu tantangan terberatnya adalah menyisipkan ini semua,” jelas Asep.
Oleh karena itu, pihak penyelenggara dituntut untuk menyusun kalender pertandingan secara cermat agar League Cup tidak mengganggu padatnya agenda klub, mengingat turnamen ini mempertemukan tim dari dua kasta sepak bola nasional yang berbeda.
Secara keseluruhan, League Cup 2026/2027 akan diikuti oleh 38 klub di bawah naungan I.League. Komposisi peserta terdiri atas 18 klub dari BRI Super League dan 20 tim dari Pegadaian Championship 2026/2027.
Bergabungnya klub dari dua level kompetisi ini memberikan ruang untuk saling bersaing dalam satu ajang. Namun, penyesuaian jadwal yang proporsional tetap menjadi prioritas operator liga.
"Tentu juga dari jadwal yang sudah kita rilis juga kita sudah ada sosialisasi sebelumnya bahwa di tengah kepadatan, baik itu BRI Super League, baik itu juga Pegadaian Championship,” tutur Asep.
Lebih lanjut, Asep menegaskan bahwa esensi League Cup bukan sekadar menambah kuantitas pertandingan. Turnamen ini dirancang untuk memberikan jam terbang bagi para pemain yang jarang mendapat menit bermain di liga utama.
"Tentu kita harus menyadari spirit awal kenapa ada League Cup. Memberi ruang kepada para pemain yang mungkin jam terbangnya kurang. Bagaimana juga memberi kesempatan kepada tim untuk bisa berkompetisi atau punya satu ajang yang di luar, yang tidak hanya di kompetisi,” ungkapnya.
Melalui kejuaraan tambahan ini, setiap klub diharapkan mampu mematangkan kedalaman skuad sekaligus menjadi panggung unjuk gigi bagi para pemain pelapis.
Terkait format turnamen, 38 klub peserta akan dibagi ke dalam 12 grup. Berdasarkan keterangan penyelenggara, setiap grup akan diisi oleh tiga tim. Pada Grup A, PSMS Medan dan Persija Jakarta akan bersaing dengan Sumsel United.
Pihak I.League berharap pertemuan awal antara PSMS dan Persija diprediksi akan menyedot atensi besar dari pencinta sepak bola nasional sebagai laga pembuka lembaran baru League Cup musim ini. Asep pun berharap turnamen ini mampu menjawab dahaga publik sepak bola Tanah Air akan tontonan kompetitif.
"Saya pikir, ya, mudah-mudahanlah ini juga, saya pikir, jadi harapan dari publik sepak bola nasional,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Asep menegaskan bahwa penyelenggara kini fokus penuh merealisasikan hari pertandingan perdana yang tinggal hitungan hari.
"Kita punya League Cup dan insyaallah kurang dari satu minggu, satu minggu lebih tepatlah, kita akan memulai kick-off ini,” tutup Asep.