Jelang Final ASEAN Cup 2026 Kontra Thailand, John Herdman: Ini Bukan Tentang Sepak Bola Indah, Intinya Juara

by Risyad Avisena |
Jelang Final ASEAN Cup 2026 Kontra Thailand, John Herdman: Ini Bukan Tentang Sepak Bola Indah, Intinya Juara
Pelatih timnas Indonesia John Herdman pada konferensi pers jelang final FIFA ASEAN Cup 2026, Minggu (4/10/2026). Foto: Telusur.co.id/Fahmi Abdushshofi.

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menebar optimisme sekaligus pesan tegas jelang laga puncak Final FIFA ASEAN Cup 2026. Menghadapi rival berat, Thailand, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, hari ini pukul 19.30 WIB, Herdman menekankan bahwa kemenangan di partai final jauh lebih penting ketimbang sekadar menampilkan permainan indah.

Juru taktik asal Inggris tersebut menyoroti bagaimana skuad Garuda telah berproses pesat sepanjang turnamen. Di tengah jadwal yang padat, Herdman memuji ikatan antar-pemain yang terus menguat.

"Saya pikir tim ini sedang berkembang seperti yang telah saya katakan, kawan, Anda tidak punya banyak waktu dengan para pemain untuk berlatih sehingga banyak pekerjaan harus terjadi di luar lapangan dan itu hanyalah hubungan serta kecocokan (chemistry) yang terbentuk sebagai kemitraan," ujar Herdman dalam konferensi pers jelang pertandingan, Minggu (4/10/2026).

"Anda melihat pemain mulai memahami penempatan waktu, pergerakan, ritme, bagaimana pemain bermain," sambungnya.

Perkembangan chemistry ini diakui Herdman menjadi fondasi utama keberhasilan Timnas menembus partai final. Ia sangat mengapresiasi komitmen para pemain saat melewati fase-fase krusial menuju perebutan gelar juara.

"Jadi saya pikir itu hal yang menarik bagi saya untuk melihat pertumbuhan itu sepanjang turnamen. Dan ketika grup ini berkomitmen untuk menjaga gawang agar tidak kebobolan (clean sheet) atau mencetak lebih banyak gol, sembilan gol untuk lolos, apa pun mungkin terjadi. Jadi itulah hal yang menarik," ungkapnya.

Menyoroti kekuatan lawan. Herdman secara khusus telah membedah taktik skuad Gajah Perang. Ia menilai Thailand memiliki variasi strategi yang berpotensi menguras fisik para pemain Indonesia jika tidak diantisipasi dengan kedisiplinan tingkat tinggi.

Sang Raja ASEAN tersebut memiliki kekuatan yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Herdman meminta anak asuhnya fokus dalam permainan dan tidak terpancing oleh gerakan lawan.

"Dan apa yang saya lihat dari Thailand mereka bisa sangat transisional. Anda tahu mereka bisa bermain direct (langsung) ketika mereka mau, mereka juga bisa menguasai bola di depan garis pertahanan Anda hanya untuk mencoba membuat Anda lelah," jelas Herdman.

Menyadari ancaman taktis tersebut, mantan pelatih timnas Kanada ini menuntut para pemainnya untuk bisa bermain adaptif dan pragmatis. Di laga yang mempertaruhkan trofi, mentalitas dan pemanfaatan momentum adalah segalanya.

"Jadi kita harus siap beradaptasi dan pada akhirnya Anda hanya harus memenangkan final," tegasnya.

Ia menekankan tidak perlu bermain indah. Pada akhirnya, seluruh mata bakal tertuju kepada siapa yang mampu merengkuh trofi d peluit akhir.

"Ini bukan tentang memainkan sepak bola yang indah. Ini tentang momen, mengambil momen, memanfaatkan peluang yang disajikan dan hadir sepenuh hati dari peluit (awal) hingga peluit (akhir)," tutur Herdman.

Dukungan penuh para suporter di GBK malam ini dipastikan akan menjadi suntikan motivasi tambahan. Herdman yakin anak asuhnya memiliki kapasitas penuh untuk menuntaskan misi juara di kandang sendiri.

Apalagi dari rilis PSSI, seluruh tiket yang tersedia telah ludes terjual.

"Hanya Anda tahu bermain pada kesempatan itu, hanya mengetahui bahwa kami menyelesaikan pekerjaan kami, kami memiliki kualitas, kami bisa mencapainya," tutupnya.

Komentar

Berita Terkait