Pasar, Sekolah, dan Kader Muda Jatim Raih Penghargaan Nasional Germas SAPA 2026

by Arianto Deni |
Pasar, Sekolah, dan Kader Muda Jatim Raih Penghargaan Nasional Germas SAPA 2026
Pasar, Sekolah, dan Kader Muda Jatim Raih Penghargaan Nasional Germas SAPA 2026

Upaya memperkuat budaya keamanan pangan di Jawa Timur kembali mendapat apresiasi di tingkat nasional. Sejumlah pasar, sekolah, dan kader muda dari wilayah binaan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya meraih penghargaan dalam Pertemuan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman (Germas SAPA) 2026 di Gedung Bhinneka Tunggal Ika, Badan POM, Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas berbagai upaya membudayakan keamanan pangan yang dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari lingkungan pasar dan satuan pendidikan hingga pemberdayaan generasi muda.

Pada kategori Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, Pasar Induk Among Tani, Kota Batu, berhasil meraih penghargaan tingkat nasional. Sementara itu, dari sektor pendidikan, SD Negeri 2 Ngadilangkung, Kabupaten Malang, mendapat apresiasi pada kategori SD/MI.

Penghargaan lainnya diraih MTsN 3 Malang pada kategori SMP/MTs dalam pembudayaan keamanan pangan. Capaian tersebut menunjukkan bahwa penerapan dan edukasi mengenai pangan aman juga terus didorong di lingkungan pendidikan.

Prestasi turut datang dari kalangan generasi muda melalui Lomba Pembuatan Konten Edukasi Berbahasa Daerah dalam Gerakan 1000 Kader Pangan Aman. Zhafran El Yazdan Prayugo dari SDN 3 Turen meraih Juara 3, sedangkan M. Naufal Ammar menempati Juara 6.

Penggunaan bahasa daerah dalam konten edukasi dinilai menjadi salah satu cara untuk menyampaikan pesan keamanan pangan secara lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Kreativitas generasi muda juga menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi pangan aman di berbagai lapisan masyarakat.

Pertemuan Germas SAPA 2026 sekaligus menjadi momentum penguatan kolaborasi lintas sektor. Dalam kegiatan tersebut dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Badan POM dan Kementerian Pariwisata yang dirangkaikan dengan peluncuran sinergi Program Desa Pangan Aman dengan Desa Wisata.

Sinergi tersebut diarahkan untuk mengintegrasikan aspek keamanan pangan dalam pengembangan destinasi wisata. Dengan demikian, upaya memastikan pangan yang aman tidak hanya dilakukan di lingkungan keluarga, sekolah, dan pasar, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pariwisata.

Kepala BBPOM di Surabaya, Yudi Noviandi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh penerima penghargaan serta pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam penguatan keamanan pangan di Jawa Timur.

“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa upaya membangun budaya keamanan pangan membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pasar, sekolah, pemerintah daerah, dan kader pangan aman memiliki peran penting dalam memastikan masyarakat semakin sadar akan pentingnya pangan yang aman. Kami berharap capaian ini menjadi motivasi untuk memperluas praktik baik dan memperkuat kolaborasi agar manfaatnya dirasakan semakin luas oleh masyarakat,” ujarnya.

BBPOM di Surabaya selanjutnya akan terus memperkuat edukasi, pendampingan, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di wilayah binaannya. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pangan yang aman, bermutu, dan layak dikonsumsi.

Penguatan budaya keamanan pangan diharapkan semakin mengakar dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, pasar, maupun destinasi wisata. Capaian di tingkat nasional melalui Germas SAPA 2026 pun diharapkan menjadi pemacu bagi seluruh pihak untuk memperluas praktik baik keamanan pangan di Jawa Timur.

Komentar

Berita Terkait