telusur.co.id - Direktur Eksekutif Center for Budget Analisis (CBA) Uchok Sky Khadafi, mendesak Menteri BUMN Erick Thohir berani memecat Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Direktur Utama Nicke Widyawati,  imbas kebakaran Depo di Plumpang, Jakarta Utara. Karena, dari sisi kinerja, tidak ada alasan yang tepat untuk tetap mempertahankan mereka.

"Menteri BUMN jangan cari alasan lagi untuk mempertahankan Komut dan Dirut Pertamina ini," kata Uchok kepada wartawan, Senin (6/3/23).

Uchok menerangkan, setidaknya, sudah enam kali kilang minyak milik perusahaan pelat merah, kebakaran.
Rinciannya, Kebakaran Balongan (29 Maret 2021), Cilacap (11 Juni 2021), Cilacap (13 Nov 2021), Balikpapan (4 Maret 2022), Balikpapan (15 Mei 2022) dan Plumpang (3 Maret 2023)

"Sudah terbukti, kebakaran terus menerus ini tanda bahwa mereka tidak layak dipertahankan, kinerja mereka dipertanyakan. Harus dicopot," ujarnya.

Menurut Uchok, apabila pengawasan yang dilakukan oleh Komisaris Pertamina terus dilakukan, peristiwa kebakaran Depo Plumpang, tidak mungkin terjadi. Nahasnya, dalam kebakaran ini telah merenggut nyawa belasan manusia, dan kerugian lainnya yang dialami oleh masyarakat sekeliling.

Khusus Ahok, Uchok menilai, mantan Gubernur DKI Jakarta itu seolah sudah kehilangan taring selama jadi Komut Pertamina. Tak ada lagi bersuara lantang ke para direksi Pertamina. 

"Ini berarti selama jadi Komut Pertamina ini, selama ini kerjanya tidak ada pengawasan. Maaf, maaf ya, terkesan hanya makan gaji buta. Gak ada lagi taringnya," kata Uchok.

Karena itu, tegas Uchok, sanksi pencopotan terhadap Ahok layak diberikan. Termasuk pencopotan Dirut Pertamina, yang selama menjabat sudah enam kali kilang minyak terbakar. 

"Nicke seolah tidak mengevaluasi semua kilang minyak, sudah beberapa kali lho terbakar. Kalau Ahok, tampaknya alpa dalam mengawasi kerja Direksi Pertamina, khususnya dalam mengelola kilang minyak," ujarnya.[Fhr]