telusur.co.id - Aktivis Kolaborasi Warga Jakarta, Andi Sinulingga, menanggapi curhatan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang mengaku disalahkan banyak orang atas kenaikan harga BBM.
Dalam curhatannya, Ahok menyebut dirinya hanyalah orang kelima dalam mengambil keputusan terkait kenaikan harga BBM.
Andi menganggap, karakter Ahok bukan hanya pintar berbicara, tetapi juga ciri-ciri orang yang tidak bertanggung jawab.
"Ahok itu contoh orang tak tanggung jawab," kata Andi lewat akun Twitternya, Senin (7/11/22).
Alasan Andi menyebut Ahok merupakan contoh orang yang tidak bertanggung jawab, bisa diamati ketika menjadi Gubernur DKI Jakarta.
"Amati ketika nasibnya jadi gubernur DKI. Jika Pemprov kerja bagus, dia tepuk dada, jika buruk, anak buahnya disalahlan, biasa dia begitu," kritik Andi.
Andi juga menyinggung pernyataan Ahok yang dianggap tidak sesuai dengan kenyataannya saat ini.
Jika dilihat dari narasinya, menurut Andi, Ahok buang badan atas kenaikan harga BBM.
"Dulu sombong bilang merem aja Pertamina untung, sekrang buang badan salahkan presiden, menteri & dirut," tukasnya.
Sebelumnya, Ahok mengungkapkan, dirinya kerap disalahkan terkait kenaikan harga BBM. Menurutnya, banyak masyarakat menilai harga BBM bisa naik ataupun turun disebabkan oleh dirinya sendiri.
"Saya boleh sampaikan ya, banyak orang pikir naiknya BBM, turunnya BBM, salahnya Ahok. Pokoknya kalau apa-apa Ahok yang salah," kata Ahok dalam sebuah acara di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Minggu (6/11/22).
Padahal, faktanya Ahok mengatakan dirinya bukan orang nomor satu dalam penentuan harga BBM. Katanya, orang nomor satu yang menentukan BBM naik atau tidak justru Presiden Joko Widodo. Dia hanya menjadi orang ke lima dalam penentuan harga BBM.
"Posisi saya itu urutan kelima. Kenapa urutan kelima? Pertama, Presiden (Jokowi). Kedua, Menko Invest (Luhut Binsar Panjaitan). Ketiga, Menteri BUMN (Erick Thohir). Keempat, mau eksekusi, Dirut Utama (Nicke Widyawati). Saya (Ahok) ini nomor lima," kata Ahok.[Fhr]



