Amerika Serikat Tahan Kesepakatan dengan Iran, Negosiasi Selat Hormuz Masih Buntu - Telusur

Amerika Serikat Tahan Kesepakatan dengan Iran, Negosiasi Selat Hormuz Masih Buntu

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

telusur.co.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa ia telah menginstruksikan perwakilannya untuk tidak terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran, di tengah proses negosiasi yang masih berlangsung terkait konflik tiga bulan terakhir.

Dalam pernyataan di platform Truth Social (24/5/2026), Trump mengatakan bahwa kebijakan blokade terhadap kapal-kapal Iran di Selat Hormuz akan tetap diberlakukan sampai kesepakatan resmi tercapai, ditandatangani, dan disahkan.

Ia menegaskan bahwa kedua pihak perlu mengambil waktu untuk mencapai kesepakatan yang “tepat”, sambil menghindari langkah tergesa-gesa yang dapat memperburuk situasi.

Sementara itu, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Iran. Namun, kantor berita Tasnim yang berafiliasi dengan Islamic Revolutionary Guard Corps melaporkan bahwa masih terdapat sejumlah hambatan dalam perundingan, termasuk soal pencairan dana Iran yang dibekukan di luar negeri.

Sehari sebelumnya, Trump sempat menyebut bahwa kedua pihak telah “sebagian besar menyepakati” kerangka awal kesepakatan damai yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz—jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Namun, pejabat senior Gedung Putih yang dikutip media mengatakan bahwa kesepakatan belum akan ditandatangani dalam waktu dekat karena perbedaan masih signifikan, terutama terkait program nuklir Iran.

Dalam skema yang sedang dibahas, Iran disebut bersedia membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz dengan imbalan pencabutan blokade laut AS serta langkah-langkah pelonggaran sanksi. Namun, detail teknis mengenai program nuklir dan pengelolaan uranium masih menjadi titik perdebatan utama.

Ali Khamenei disebut telah menerima garis besar kesepakatan secara prinsip, meski belum ada konfirmasi resmi dari Teheran mengenai hal tersebut.

Di sisi lain, Iran menegaskan kembali klaimnya atas hak pengelolaan Selat Hormuz, meskipun tidak dijelaskan secara rinci bentuk kontrol yang dimaksud. Garda Revolusi Iran juga menyebut puluhan kapal telah melewati jalur tersebut setelah mendapatkan izin dari pihak Iran, jauh lebih rendah dibanding kondisi normal sebelum konflik.

Negosiasi ini menjadi perhatian global karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling strategis di dunia. Ketidakpastian yang berkepanjangan dikhawatirkan masih akan berdampak pada harga energi, logistik, serta rantai pasok global hingga periode mendatang.


Tinggalkan Komentar